Startup Menjamur, Bisnis Coworking Space Tumbuh Subur

Taken from CNBC Indonesia

Published on 20 Januari 2019

CNBC Indonesia, Jakarta - Bermunculannya start-up menjadi berkah tersendiri bagi bisnis coworking space. Tempat kerja coworking space dipilih untuk mengakomodasi kebutuhan pekerja atau pebisnis startup yang fleksibel dan tak memakan biaya banyak. 

Rina Karina Kurniawan, Public Relations Executive Co Hive Space mengatakan hampir  85 persen pemakai jasa coworking space adalah para start up yang membutuhkan tempat kerja yang fun dan lebih produktif. Dan sisanya diisi adalah personal atau traditional company.

"Untuk pengunjung setiap hari atau Daily pass lumayan ramai, ya kira-kira 20-30 orang/hari yang datang untuk individual dan untuk member yang terdaftar sudah 85% di semua lokasi dan rata adalah start up. Sisanya traditional company dan personal," kata Rina, saat diwawancara CNBC Indonesia pekan lalu.

Dia menuturkan startup yang menggunakan coworking space rata-rata bergerak di sektor fintech, logistik dan manufaktur. Sementara untuk yang personal seperti freelancer, agency dan food & beverages.

Pernyataan Rina ini diamini oleh pendiri start up e-commerce fesyen Apstrofi, Filbert Salim. Menurutnya bekerja di coworking space lebih produktif karena fokus terhadap internalnya sendiri. Selain itu, bekerja di coworking space juga lebih terjangkau dan tidak perlu memikirkan biaya listrik atau yang lainnya.

"Iya saya disini sudah satu tahun lebih dan bekerja di working space itu lebih fleksibel, efektif, gampang juga buat start up. Kalau sewa kantor agak mahal," ujar Filbert kepada CNBC Indonesia.

Dia menuturkan bahwa bekerja di coworking space juga banyak mempertemukan koneksi yang dibutuhkan. Soal fasilitas, Filbert pun mengakui bahwa coworking space jauh lebih unggul dibanding kantor konvensional lain. Pria berusia 23 tahun ini menyewa sebuah ruangan di coworking space Co Hive. Untuk biaya sebulan dia mengaku sekitar Rp 4 juta.

"Buat saya worth it dengan biaya sewa dengan fasilitas yang ada dan lengkap. Kita juga dibantu oleh pihak manajemen Co Hive untuk mencari relasi untuk kolaborasi," kata dia. 

Tidak jauh berbeda dari Filbert, Alno selaku Owner Logan juga baru-baru ini memutuskan  menyewa ruangan di salah satu coworking space. Alno mengatakan bahwa dia menyewa untuk 6 orang dan untuk seminggu terlebih dahulu.

"Ini adalah hari pertama saya dan tim yang berjumlah 6 orang menyewa working space di CoHive ini. Kebetulan ini hanya untuk sementara sekitar 1 minggu saja," kata Alno kepada CNBC Indonesia.

'Menurut saya cukup memuaskan dan setimpal dengan banyak fasilitas yang didapatkan. Bekerja di coworking space lebih simpel dan enggak perlu memikirkan lagi untuk hal-hal seperti fasilitas dan lainnya jadi kita bisa fokus ke internal sendiri. Lalu lokasinya berada di tengah kota, mudah dijangkau dan yang memudahkan lagi kebetulan tim kami sudah tahu tempat ini,' kata dia.

Article source: CNBC Indonesia