Mengenal CoHive, Coworking Space Pertama di Mal Yogyakarta

Taken from Liputan6.com

Published on 27 November 2018

Liputan6.com, Yogyakarta - Menjamurnya coworking space juga sampai ke Yogyakarta. Tempat bekerja kaum milenial itu tidak hanya menempati areal sendiri tetapi juga menyatu di pusat perbelanjaan.

CoHive menjadi coworking space pertama di Yogyakarta yang berlokasi di Hartono Mal. Yogyakarta menjadi coworking space ke-23 yang dimiliki CoHive dan satu-satunya yang berada di mal.

Rencananya, coworking space di Hartono Mal ini beroperasi penuh pada Februari 2019. Ruangan seluas 1.189 meter persegi di lantai 3 mal ini terdiri dari 25 private officecoworking area, dan event space.

"Coworking space bukan sekadar tempat bekerja, melainkan juga tempat setiap individu maupun kelompok untuk berkolaborasi," ujar CEO dan Co-Founder CoHive Carlson Lau di Yogyakarta baru-baru ini.

Ia sengaja memilih Yogyakarta untuk coworking space karena masyarakatnya dikenal memiliki semangat guyub yang jika diartikan dalam bahasa Indonesia serupa dengan berkelompok, berkumpul, atau berkolaborasi. CoHive melihat Yogyakarta merupakan tempat ideal untuk tumbuh bersama.

Image sebagai kota pendidikan yang diisi oleh individu yang gemar belajar dan memiliki talenta dianggap sebagai peluang untuk tumbuh bersama. Sebagai coworking space, Yogyakarta memiliki nilai yang sama dengan CoHive yakni mengedepankan komunitas, kolaborasi, pembelajaran, dan kesinambungan.

Tempat Kerja yang Kondusif

CoHive merupakan suatu perusahaan yang telah mengembangkan bisnisnya bukan hanya di coworking space, tetapi juga menyediakan CoLiving dan retail. Saat ini, CoHive memiliki 22 lokasi di Jakarta dan satu lokasi di Medan.

Coworking space ini memfasilitasi penggunanya untuk saling terkoneksi sehingga bisa mengembangkan bisnis. Sampai sekarang, CoHive sudah memiliki 5.000 anggota yang terdiri dari 500 perusahaan meliputi 80 persen perusahaan rintisan atau startup dan sisanya perusahaan tradisional seperti agensi, manufaktur, dan sebagainya.

CoHive menargetkan akan membuka coworking space di 40 lokasi Indonesia sampai Desember 2019.

Salah satu penulis yang kerap memanfaatkan coworking space untuk bekerja adalah Bernard Batubara. Ia membutuhkan tempat menulis yang nyaman dan kondusif.

"Sebelum ada coworking space, saya sering menulis di kedai kopi, tetapi ternyata untuk mencari situasi yang tenang tidak mudah," tutur Bernard.

Ia memaklumi, orang datang ke kedai kopi belum tentu untuk bekerja. Ada orang yang datang untuk bercengkerama atau nongkrong.

Menurutnya, coworking space memfasilitasi ruang bagi pekerja yang ingin suasana tenang tetapi tidak merasa sendirian.

Article source: Liputan6.com