CoHive Dorong Startup Indonesia untuk Go-Internasional

Taken from Bisnis.com

Published on 10 April 2019

Bisnis.com, Jakarta - Pertumbuhan perusahaan start-up di Indonesia begitu pesat, namun masih sedikit start up yang memiliki usaha berkelanjutan. Kendala yang seringkali ditemui adalah kurangnya pemahaman akan model bisnis yang teruji serta minimnya pendanaan. Salah satu strategi yang bisa menjadi solusi berbagai kendala tersebut adalah memperluas akses terhadap investor, inkubator, serta akselerator bisnis, tidak hanya lokal tetapi juga internasional.

Menyadari pentingnya perluasan akses terhadap jaringan internasional ini, CoHive, perusahaan coworking space terbesar di Indonesia, menggelar kompetisi startup berskala global, Get in the Ring (GITR) Jakarta 2019. Head of Corporate Communication CoHive, Kartika Octaviana menyatakan bahwa kegiatan ini diselenggarakan sebagai bagian dari misi perusahaan untuk mendukung ekosistem startup di Indonesia, “CoHive berharap akan lahir startup Indonesia yang berkualitas untuk mengharumkan nama bangsa di tingkat internasional melalui kompetisi ini.”

Kompetisi GITR Jakarta 2019 berlangsung pada Kamis, 11 April 2019 pukul 15:00 – 18:00 di CoHive 101, kawasan Mega Kuningan. Sejumlah pendiri startup di Indonesia akan beradu ide inovasi dan model bisnis mereka di atas arena pertandingan. Babak final akan diikuti oleh 6 peserta terbaik yang telah dipilih dari 40 startup yang mendaftar.

Satu pemenang dari GITR Jakarta 2019 akan mendapatkan tiket ke Berlin untuk beradu dengan para pemenang dari negara-negara lain. Pada bulan April hingga Mei 2019 ini, Get in the Ring juga diselenggarakan di berbagai negara lain, seperti Singapore, Brazil, Spanyol, Rusia, Bangladesh, dll. Pemenang juga mendapat akses terhadap peluang investasi, pelatihan terkait pengembangan startup serta kesempatan untuk melebarkan jaringan bisnis yang lebih luas di tingkat internasional.

Tahun ini adalah kali kedua CoHive menyelenggarakan kompetisi Get in the Ring. Tahun lalu, CoHive juga menggelar kompetisi serupa di Jakarta. Pemenang GITR 2018 adalah Aditya Pratomo, CEO dari Homade, startup di bidang sociopreneur yang bergerak di industri makanan & minuman berkualitas tinggi dengan harga terjangkau. Adit menyatakan bahwa pengalaman untuk go-internasional sebagai sebuah startup yang baru berdiri begitu berharga karena memberikan kesempatan untuk bertukar pikiran dengan komunitas startup internasional lainnya. “Perusahaan kecil kami juga akhirnya bisa lebih dikenal karena memiliki record sebagai perwakilan Indonesia dalam GITR Global. Hal itu membuka kesempatan dan peluang kerja sama serta pendanaan,” jelas Adit.

Tak hanya itu, dalam GITR Global tahun lalu, Pangeran Constantijn Van Oranje-Nassau dari Belanda juga berpartisipasi sebagai juri dalam babak final. Hal ini menunjukkan bahwa kompetisi global GITR memiliki skala yang begitu besar dan juga dihadiri oleh tokoh-tokoh berpengaruh dunia dari berbagai organisasi, korporasi, dan lembaga pemerintahan yang berupaya mendorong para startup agar turut menciptakan solusi bagi berbagai permasalahan di dunia.

Article source: Bisnis.com