Venture Capital: Apa Itu dan Bagaimana Pekerjaannya?

Seluk Beluk Tentang Venture Capital

Venture Capital

Dunia bisnis memang terus berkembang sepanjang waktu. Tidak ada kata stagnan di dunia tersebut karena dengan banyaknya kebutuhan masyarakat, ditambah lagi munculnya inovasi-inovasi baru dari berbagai tempat, yang akhirnya membuat perkembangan dunia bisnis selalu ada. Hal itu pun juga terjadi di Indonesia. Dalam beberapa tahun terakhir, secara perlahan-lahan, terlihat jelas ada gejolak bisnis yang positif

Dunia bisnis memang terus berkembang sepanjang waktu. Tidak ada kata stagnan di dunia tersebut karena dengan banyaknya kebutuhan masyarakat, ditambah lagi munculnya inovasi-inovasi baru dari berbagai tempat, yang akhirnya membuat perkembangan dunia bisnis selalu ada. Hal itu pun juga terjadi di Indonesia. Dalam beberapa tahun terakhir, secara perlahan-lahan, terlihat jelas ada gejolak bisnis yang positif di sini. 

Bisa terlihat kalau banyak sekali perusahaan baru yang muncul dengan produk yang unik. Dimulai dari transportasi, pembayaran online, hingga produk lainnya yang bersentuhan langsung dengan teknologi itu sendiri. Sedikit berbicara mengenai teknologi, perkembangan yang ada di dalamnya juga membuat banyak inovasi yang akhirnya digunakan oleh bisnis tersebut. Inilah yang memunculkan banyak sekali perusahaan baru dengan produk yang berbeda dibandingkan perusahaan-perusahaan lama sebelumnya. Bahkan banyak yang menilai kalau produk yang ditawarkan oleh mereka sangatlah membantu aktivitas sehari-hari dan terhitung visioner. Pada saat ini, perusahaan baru tersebut biasa disebut sebagai perusahaan startup.

Berbicara mengenai perusahaan startup memang tidak ada habisnya. Setiap waktunya, ada saja perusahaan startup yang muncul dengan menawarkan produk yang menarik untuk dicoba dan membuat hidup menjadi lebih mudah juga saat menggunakan produk tersebut. Hebatnya lagi, para perusahaan startup tersebut tumbuh bukan dengan cara yang perlahan-lahan, tapi secepat kilat bisa melebarkan sayap di bisnis tersebut. Dari segi banyaknya jumlah karyawan, nilai campaign, hingga valuasi perusahaan, hanya butuh waktu kilat untuk bisa mencapai itu semua.

Namun untuk bisa mencapai kekuatan bisnis seperti itu, perusahaan startup tidaklah sendirian. Ada berbagai macam hal yang harus ada dan tentunya diperlukan juga demi stabilitas perusahaan. Salah satunya adalah munculnya keberadaan Venture Capital. Apa yang dimaksud dengan venture capital? Dan mengapa hal tersebut penting bagi perusahaan startup? Bagi yang penasaran dengan jawabannya, berikut penjelasan lengkapnya.

Apa Yang Dimaksud Dengan Venture Capital?

Venture Capital  adalah jenis pembiayaan yang disediakan oleh para investor untuk perusahaan startup, kecil hingga menengah. Biasanya Venture Capital berasal dari investor besar hingga investasi bank. Selain itu, mereka juga harus memiliki perkembangan bisnis yang bagus juga. Dari penjelasan singkat ini, maka sudah terlihat jelas kalau modal yang diberikan Venture Capital kepada perusahaan startup menjadi satu bagian yang penting di dalam perkembangan perusahaan tersebut. Maka dari itu, di dalam informasi terbaru tentang perusahaan startup, pastinya Anda sering mendengar ada perusahaan startup yang mendapatkan suntikan dana.

Lebih lanjut lagi, untuk mengelola modal tersebut, dari aktivitas manajemen, administrasi pendanaan, penyaluran dana, hingga pengawasan Venture Capital, tentunya perlu ada yang menjalankannya. Bagian yang mengawasi Venture Capital di perusahaan startup disebut sebagai Venture Capital Fund atau Venture Capitalist. Dengan hal itu, maka sudah jelas kalau Venture Capital adalah dananya dan Venture Capitalist adalah orang-orang yang mengelolanya.

Baca juga: Apa itu Perusahaan Hectocorn Startup?

Pekerjaan Dari Venture Capitalist

Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, pekerjaan dari Venture Capitalist adalah mengelola Venture Capital. Namun tidak hanya sesederhana itu saja. Memberikan modal kepada sebuah perusahaan startup, lalu mulai mengelola. Tidak seperti itu. Sebelum Venture Capitalist memberikan modal kepada sebuah perusahaan startup. Mereka sudah harus tahu bagaimana proyeksi keuntungan dari kepemilikan yang bisa mereka dapatkan setelah memberikan dana investasi dalam jumlah besar kepada perusahaan tersebut. 

Mungkin Anda berpikir kalau Venture Capitalist bisa memberikan dana itu dari kantong mereka sendiri. Pada dasarnya, dana yang diberikan Venture Capitalist kepada perusahaan startup tidak mereka dapatkan sendirian saja. Mereka juga sebenarnya diberikan investasi oleh investor mereka sendiri. Itulah yang disebut sebagai Limited Partners (LP). Biasanya, kumpulan orang yang disebut LP ini memang orang yang sudah sangat kaya, memiliki perusahaan keluarga dengan tingkatan turun temurun yang panjang, pemilik dana mengendap (endowment), hingga pemilik dana pensiun yang besar. Dari sanalah sumber dana yang dimiliki Venture Capitalist untuk diberikan kepada perusahaan startup. Dalam Venture Capital, juga ada beberapa staf yang mengelola, menganalisis, dan menjadi koneksi pendanaan sehingga lebih teratur dan tertata rapi.

Baca juga: Belum Siap Sewa Kantor? 5 Pertimbangan bagi Startup Anda sebelum Memiliki Kantor

Tantangan Dalam Memberikan Venture Capital

Untuk bisa memberikan Venture Capital kepada perusahaan startup bukanlah pekerjaan yang mudah. Dengan besarnya total dana yang diberikan, bisa mencapai jutaan dolar, maka perlu cara khusus serta penilaian yang tepat agar bisa memberikan Venture Capital ke perusahaan startup dengan potensi tinggi. 

Sebagai perusahaan startup, kemungkinan untuk mengalami kegagalan sangatlah besar. Inilah yang membuat pendanaan Venture Capital memiliki risiko yang tinggi, dibandingkan memberikan modal kepada perusahaan yang sudah lebih mapan. Tantangan dalam memberikan Venture Capital akhirnya membuat para Venture Capitalist mencari cara yang tepat agar tidak mengalami kerugian.

Salah satu cara yang paling sering dilakukan oleh para Venture Capitalist adalah melihat terlebih dahulu perusahaan startup tersebut. Biasanya agar tidak mengalami kerugian dan tetap mendapatkan potensi keuntungan yang besar, maka investasi yang dilakukan tidak hanya kepada satu perusahaan startup saja, tetapi diberikan kepada beberapa perusahaan startup. Waktu pemberian modal pun dilakukan dalam satu waktu yang bersamaan. 

Selain  itu, cara lainnya adalah memberikan modal kepada perusahaan startup yang sudah terlihat jelas mampu bertahan dan berkembang. Perusahaan startup yang bisnisnya telah terverifikasi sudah pasti menjadi incaran para Venture Capitalist. Apalagi jika perusahaan tersebut memiliki potensi untuk mendapatkan cap perusahaan startup Unicorn. Namun untuk bisa menyasar perusahaan startup yang telah besar, tentunya diperlukan dana yang lebih besar lagi. 

Baca juga: Apa yang Dimaksud dengan Digital Startup?

Itulah penjelasan tentang Venture Capital yang tentunya membawa angin perubahan positif di dalam dunia startup. Tanpa kehadirannya, bisa dibilang perusahaan startup yang ada tidak akan mampu berkembang dengan lebih cepat. Bagi para perusahaan startup yang ingin mendapatkan Venture Capital, sekarang sudah ada CoHive yang memberikan ruang kepada startup dengan adanya speed dating sekaligus beberapa acara pendanaan. Ada beberapa Venture Capital firms yang sudah bekerja sama dengan CoHive, seperti East Venture, ANGIN, Plug and Play, Sequoia, Monk’s Hill, dan lainnya. Jangan lewatkan kesempatan emas ini!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *