Bekerja Jarak Jauh Sebagai Kebiasaan Baru

Baik kita menyukainya atau tidak, saat ini dunia sedang menghadapi pandemi yang telah memaksa semua orang untuk tetap berada dan juga bekerja dari rumah. Menanggapi situasi tak terduga ini, pemerintah mendesak perusahaan untuk menerapkan system kerja dari rumah atau work-from-home.

Bekerja jarak jauh adalah hasil friksi dari banyak tantangan pekerjaan yang ada. Meskipun awalnya bekerja dari rumah terlihat menyenangkan, tetapi pada kenyataanya banyak tantangan baru di dalamnya.

Setelah melakukan system bekerja jarak jauh untuk beberapa minggu, beragam tantangan hadir dan tidak dapat dihindari. Salah satu tantangan yang ada dalam bekerja jarak jauh adalah kendala teknologi, komunikasi, dan manajemen waktu. Oleh karena itu, melalui webinar, CoLearn Online yang diadakan oleh CoHive, berjudul Bekerja Jarak Jauh sebagai Kebiasaan Baru (Remote Working as the New Normal). Mengundang, Swee En Tan, manajer pengembangan bisnis dari KrASIA, diskusi ini dimoderatori oleh Nadia Atmaji (Corporate Communications Associate of CoHive).

  1. Mengelola anggota tim melalui platform digital

Dalam bekerja jarak jauh, penggunaan platform digital untuk berkomunikasi antar tim tidak dapat dihindari. Untuk menangani kendala jarak antar anggota, pemilihan aplikasi yang sesuai juga penting untuk menjaga work-flow antar tim. Menanggapi hal tersebut, Swee En menjelaskan bahwa dengan menggunakan digital platform seperti Lark dan Slack, mengadakan weekly meeting dan menjaga komunikasi antar tim menjadi lebih mudah.

  1. Menyelaraskan pola pikiran di antara tim

Memiliki tujuan yang sama dalam sebuah tim sangatlah penting. Namun, yang perlu diperhatikan saat bekerja di dalam tim tidak hanya kepribadian anggotanya, melainkan adanya tujuan dan mindset yang sama. Swee En menjelaskan, selama semua anggota tim fokus menyamakan pola pikir dan tujuan bersama, tim akan menjadi lebih fokus kepada hal-hal yang lebih penting, seperti memecahkan masalah atau membantu untuk meningkatkan lingkungan bersama. Untuk menerapkan metode itu, anggota tim diharapkan untuk belajar memberi dan menerima feedback secara profesional. Jadi, memiliki komunikasi yang baik di dalam tim merupakan hal yang sangat dibutuhkan.

  1. Berempati kepada anggota tim

Bekerja jarak jauh di era digital ini seringkali menimbulkan kesulitan bagi para pekerja untuk mengekpresikan perasaan dan menyebabkan mereka berasumsi lain. Maka, untuk memudahkan interaksi antar anggota tim, Swee En menyarankan setiap anggota untuk lebih berempati kepada kondisi anggota yang lain. Mengajak anggota untuk berbicara selain pekerjaan akan membantu lebih mengenal satu sama lain dan membangun ikatan tim yang lebih kuat.

Bekerja darimana saja bukan lagi merupakan tren, tapi menjadi masa depan di dalam dunia kerja. Teknologi terus berkembang pesat dan akan menghilangkan jarak di antara kita meskipun secara virtual. Teknologi akan menghubungkan kita, para pekerja dan perusahaan di seluruh dunia. Walaupun kita tidak ada di dalam ruangan yang sama, pekerjaan tetap dapat dilakukan dengan efisien, bahkan mungkin lebih baik. Inilah waktu yang tepat untuk perusahaan-perusahaan dan para pekerja menerima bekerja jarak jauh sebagai kebiasaan baru, dan mempertimbangkan semua keuntungan yang diberikan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.