Aplikasi berbasis Cloud Computing untuk Operasional Startup

Sebagai bisnis rintisan yang kerap bergerak dibidang teknologi, startup tidak melulu bergerak pada situs internet saja, namun juga di aplikasi mobile. Merambahnya startup ke aplikasi mobile dapat mempersingkat dan mempermudah hubungan antara perusahaan dan pelanggan. Oleh karena itu, dibutuhkan komponen terbaik yang dapat memudahkan sistem operasional perusahaan, seperti aplikasi berbasis cloud computing.

Lalu, mengapa cloud computing dipilih sebagai komponen yang efisien untuk startup? Melalui CoLearn Online—sebuah webinar dari CoHive yang berjudul “Getting Started to Build Your Apps with Cloud” (Memulai Membangun Apps Anda melalui Cloud). Dalam webinar ini, turut mengundang Aditya Irawan selaku Arsitek Cloud Zettagrid Indonesia dan Jefriansyah Hertikawan Co-Founder Pajak.io. Acara ini dimoderatori oleh Ceria Mentari, Partnership Associate CoHive.

Apa itu cloud computing? Cloud computing adalah proses pengolahan data komputasi yang meliputi CPU, RAM, Network Speeds, Software, OS, dan storage melalui jaringan internet. Dengan cloud computing, perusahaan tidak lagi memerlukan dukungan IT berperforma tinggi untuk menjaga data berharga perusahaan. Lalu, apa itu aplikasi berbasis cloud? Aplikasi tersebut adalah sebuah program software dimana cloud computing dan komponen lokal bekerja berdampingan.Teknologi cloud computing sendiri dapat digunakan dengan memanfaatkan pihak ketiga sebagai penyedia infrastruktur. Berikut berbagai alasan mengapa aplikasi berbasis cloud computing dapat memudahkan sistem operasional startup.

Memiliki sistem pengoperasian yang efektif

Menurut Aditya, komponen cloud computing memiliki performa yang sangat baik. Hal itu dikarenakan sistem yang didukung oleh kapasitas penyimpanan yang dapat disesuaikan dan kecepatan network yang tinggi. Tanpa menggunakan cloud, akan dibutuhkan banyak sekali server terpisah, sedangkan dengan cloud server-server tersebut dapat dikonsolidasi dalam satu database yang sama. Secara infrastruktur, cloud computing tidak lagi didukung oleh hardware, sehingga tidak memerlukan pembaharuan alat dan dapat menekan biaya operasi perusahaan. Selain itu, Aditya menambahkan bahwa penggunaan cloud computing juga sangat fleksibel karena dapat diakses dari jarak jauh.

Fokus pada pengembangan produk

Sebagai bisnis rintisan, startup memiliki beberapa fase perkembangan bisnis, yang salah satunya disebut launch. Pada fase launch, startup perlu memfokuskan bisnis pada proses pemasaran dan promosi. Akan tetapi, karena pada fase tersebut dibutuhkan dana yang tinggi, banyak startup mengalami kerugian pada masa peluncuran. Untuk itu, dengan cloud computing, startup dapat mengikat ikat pinggang pada biaya operasi, sehingga dapat fokus pada pengembangan produk dan promosi.

Jefriansyah, selaku co-founder startup Pajak.io mengaku bahwa goal utama startup pada fase awal adalah mencapai market fit, yaitu kondisi di mana perusahaan berhasil menghadirkan nilai tambah bagi konsumennya. Dengan menggunakan aplikasi berbasis cloud computing, perusahaan tidak lagi perlu mengkhawatirkan infrastruktur dan sistem operasi hardware.

Baca juga: Manfaat Penggunan Cloud Computing dalam Perusahaan

Memungkinkan startup untuk bersaing dengan lebih baik

Teknologi cloud computing dapat memungkinkan startup untuk bersaing dengan lebih baik. Jasa yang ditawarkan oleh cloud computing dapat membebaskan pengguna nya dari tanggung jawab atas pemeliharaan, keamanan, dan administrasi semua solusi IT mereka. Sehingga, perusahaan dapat lebih fokus dalam pengembangan produk mereka. Namun, bila perusahaan memilih untuk menggunakan jasa on-premise solutions, seluruh proses peremajaan alat diberikan pada perusahaan. On-premise solutions itu sendiri adalah sebuah infrastruktur teknologi yang dibangun secara konvensional oleh perusahaan itu sendiri dengan merekrut tim IT khusus. Artinya, dibutuhkan anggaran yang lebih tinggi dan tantangan tersendiri bagi perusahaan yang memilih menggunakan jasa on-premise solutions.

Materi menarik mengenai sisi teknologi sebuah startup ini pun kemudian mengundang banyak pertanyaan dari partisipan. Salah satunya adalah bagaimana membuat sebuah aplikasi dengan anggaran ekonomis bagi perusahaan yang baru dirintis? Atas pertanyaan ini, Jefriansyah menjelaskan bahwa salah satu hal yang perlu diperhatikan dalam membuat aplikasi adalah framework yang dipilih karena akan menentukan rencana kapasitas yang akan digunakan nantinya. Selain itu, Aditya menambahkan untuk menyesuaikan jasa cloud computing dengan anggaran yang ada sehingga dapat tetap ekonomis.

Penggunaan cloud computing sebagai basis aplikasi menjadi pilihan yang sangat menarik untuk startup. Terlebih dengan banyaknya manfaat dan aspek yang mendukung startup untuk dapat fokus pada pengembangan produk dan pencapaian target. Keunggulan cloud computing sudah tidak dapat diragukan, selain dapat menekan biaya operasi, ia juga dapat bekerja sangat efisien dan membantu penggunanya untuk dapat bekerja lebih efektif. Itulah mengapa, penggunaan aplikasi berbasis cloud dapat menjadi pilihan yang tepat untuk perusahaan yang sedang berkembang, seperti startup.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.