Strategi Bisnis untuk Bertahan di Tengah Pandemi | CoHive

Strategi Bisnis untuk Bertahan di Tengah Pandemi

6 Pola Pikir Yang Harus Dimiliki Startup Founder!

Bertahan di tengah pandemi merupakan tantangan seluruh lapisan masyarakat, tidak terkecuali untuk para pelaku bisnis. Adanya batasan ruang gerak di antara masyarakat memaksa para pengusaha untuk mencari jalan keluar agar dapat tetap bertahan di masa tidak tentu seperti saat ini. Oleh karena itu, CoHive mengundang Danny Setiawan selaku Founder Trustvation untuk membahas lebih lanjut mengenai strategi dalam menjalankan bisnis di tengah pandemi.

Dampak pandemi tidak ada habisnya dalam mengikis sektor perekonomian di Indonesia. Berdasarkan laporan Q1 Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia oleh Badan Pusat Statistik, terlihat adanya kontraksi ekonomi sebesar 2,41% Pertumbuhan ekonomi pada Q1 tahun 2020 ini lebih rendah dari Q4 tahun 2019 yang tercatat sebesar 4,97%. Penurunan ini disebabkan oleh banyak hal, salah satunya adalah berkurangnya spending (pengeluaran) yang dilakukan oleh masyarakat. Turunnya nilai PDB ini berdampak pada perputaran ekonomi suatu Negara, yakni melemahnya daya jual beli di masyarakat. Maka dari itu, strategi bisnis yang baik untuk dapat bertahan di tengah pandemi menjadi sangat diperlukan.

Membangun strategi bisnis yang tepat untuk dapat bertahan di tengah pandemi menjadi sebuah keharusan untuk semua pebisnis. Oleh karena itu, CoHive menggelar webinar CoLearn Online dengan judul “Business Strategy for SMEs during Pandemic” (Strategi Bisnis untuk UMKM selama Pandemi), sebuah diskusi dengan Danny Setiawan, CPA selaku Founder Trustvation, sebuah perusahaan konsultasi keuangan , TI, dan strategi pengembangan bisnis di Indonesia. Dialog ini dimoderatori oleh Andrea Sudirman (Event Community Lead CoHive). Untuk kiat-kiat dalam bertahan di tengah pandemi, simak beberapa poin penting perikut:

  • Mengoptimalkan sistem online

Sempitnya ruang gerak antara penjual dan pembeli saat ini menjadikan sistem online sebagai jalan keluar di tengah pandemi. Danny menekankan bahwa pelaku bisnis perlu membuka pikirannya untuk mulai meraba situs online sebagai salah satu wadah berbisnis. Dalam melakukan transisi ke sistem online, pebisnis akan merasakan perbedaan perilaku pada pelanggan yang disebabkan oleh hilangnya interaksi fisik. Oleh karena itu, membangun rasa percaya antar kedua belah pihak menjadi bagian yang sangat penting dalam mengoptimalkan sistem online.

  • Melakukan promosi dan kolaborasi menarik

Sehubungan dengan dilakukannya transisi bisnis ke sistem online, promosi dan kolaborasi menjadi alat yang penting dalam membangun bisnis online.  Saat ini, promosi dapat dilakukan dengan berbagai cara, salah satunya adalah melalui kolaborasi.  Kolaborasi dapat memperluas jaringan promosi yang tepat pada sasaran. Dengan begitu, Danny menyarankan untuk melakukan kolaborasi dengan komunitas yang tepat, sehingga dapat dihasilkan simbiosis mutualisme diantara kedua belah pihak.

baca juga: Pertahankan Putaran Bisnis saat Pandemi

Selain kolaborasi, promosi juga dapat dilakukan dengan membangun komunitas tersendiri melalui pembuatan konten di sosial media. Dalam hal ini, diperlukan rencana yang terstruktur agar dapat menyuguhkan konten yang relevan dan bermanfaat untuk para penontonnya, oleh karena itu materi yang dibawakan harus diisi dengan informasi positif dan disajikan secara rutin. Danny menegaskan bahwa konsistensi merupakan kunci dari keberhasilan sebuah konten promosi.

  • Mengatur pengeluaran dengan baik

Selain mengedepankan strategi marketing, pebisnis perlu memerhatikan pengaturan keuangan perusahaan dengan baik. Situasi yang disebabkan oleh wabah Covid-19 ini telah memaksa semua perusahaan untuk mengatur ulang sistem keuangan mereka, agar bisnis dapat tetap berjalan di tengah pandemi. Danny menjelaskan bahwa membuat proyeksi pengeluaran, menjadi salah satu opsi yang dapat diaplikasikan oleh para pebisnis. Hal tersebut dapat dilakukan dengan melakukan perbandingan anggaran setiap minggunya, menunda pengeluaran yang tidak perlu, mengajukan keringanan cicilan bila memiliki pinjaman tertentu, dan memanfaatkan insentif perpajakan yang dikeluarkan oleh pemerintah.

Mempertahankan sebuah bisnis di tengah pandemi tentu bukan hal yang mudah. Sehingga, diperlukan strategi yang matang, perencanaan marketing, dan pengaturan anggaran yang efektif untuk dapat terus menjaga kestabilan laju bisnis. Seperti dikutip dari Danny bahwa saat ini pebisnis perlu mengubah pola berpikirnya untuk mengesampingkan ambisi dalam mengejar keuntungan menjadi semangat untuk dapat bertahan di tengah pandemi, dengan terus berpikir positif dan tidak berputus asa.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *