Solusi Transportasi Alternatif di Masa New Normal | CoHive

Solusi Transportasi Alternatif di Masa New Normal

Memasuki masa transisi "New Normal", ibukota Jakarta berhadapan dengan adanya proses adaptasi. Oleh karena itu masyarakat mulai mencari solusi transportasi alternatif yang dapat memudahkan mereka melakukan aktivitas tanpa perlu khawatir melanggar anjuran social distancing, yaitu dengan menggunakan sepeda. Membahas mengenai hal ini, CoHive mengundang Massdes Arouffy selaku Sekretaris Dinas Perhubungan Pemprov DKI Jakarta, Fani Rachmita dari ITDP Indonesia, dan Fahmi Saimima dari Bike 2 Work Indonesia untuk berdiskusi bersama di Ngobrol Jakarta Online.

Memasuki masa transisi “new normal” di DKI Jakarta, Gubernur DKI Jakarta mengeluarkan Peraturan Gubernur nomor 51 tahun 2020 mengenai moda transportasi. Pergub ini dikeluarkan sebagai landasan peraturan dalam menangani penyebaran virus melalui moda transportasi umum dan pribadi. Dalam pergub ini dibahas mengenai pengendalian transportasi melalui sistem ganjil-genap, pembatasan jumlah penumpang, parkir kendaraan, dan jam operasional transportasi umum. Pemprov DKI bersama Dinas Perhubungan (Dishub) secara ketat melakukan pemantauan pada moda transportasi umum dan pribadi di wilayah DKI Jakarta. Selain itu, Dishub juga melakukan pengecekan di 32 titik jabodetabek bagi eksodus yang ingin memasuki wilayah DKI Jakarta.

CoHive bekerjasama dengan Jakarta Smart City Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menggelar sebuah webinar online, “Ngobrol Jakarta Online.” Kali ini Ngobrol Jakarta Online hadir dengan tema  “Adaptasi Transformasi pada Masa Transisi New Normal.” Acara ini menghadirkan Massdes Arouffy selaku Sekretaris Dinas Perhubungan Pemprov DKI Jakarta, Fani Rachmita selaku Komunikasi Senior dan Manajer Kemitraan ITDP Indonesia, dan Fahmi Saimima selaku Tim Advokasi Bike 2 Work Indonesia. Webinar ini dimoderatori oleh Indah Rahdiani selaku Senior Manajemen Event Associate CoHive.

Memasuki masa transisi new normal, peningkatan laju transformasi di sejumlah jalan utama DKI Jakarta semakin terlihat. Menurut Massdes, sebelumnya angka kendaraan bermotor menurun hingga 46% pada masa PSBB, 10 April hingga 4 Juni 2020. Namun, angka volume lalu lintas di koridor utama DKI Jakarta kembali meningkat pada masa PSBB transisi, yakni sebanyak 29%. Meningkatnya jumlah pengguna jalan utama di DKI Jakarta ternyata tidak hanya didominasi oleh kendaraan pribadi, tetapi juga oleh sepeda.

Berdasarkan pengamatan yang dilakukan oleh The Institute for Transportation and Development Policy (ITDP), mengatakan bahwa jumlah pesepeda di beberapa ruas jalan Sudirman meningkat sebanyak 1000% dibandingkan tahun 2019, khususnya pada hari kerja. Sebagai sebuah organisasi nirlaba global yang bergerak dibidang inovasi transportasi berkelanjutan dan pembangunan perkotaan di seluruh dunia, ITDP memainkan perannya dalam membangun kesadaran masyarakat akan penggunaan sepeda sebagai moda transportasi. Pasalnya, selama ini sepeda belum seutuhnya dianggap menjadi moda transportasi di antara masyarakat. 

Menurut Fani untuk mengubah mindset tersebut, perlu disediakan fasilitas yang memadai agar pesepeda dapat merasa aman dan nyaman dalam berkendara. Adapun fasilitas yang perlu ditingkatkan berupa, penyediaan jalur sepeda, proteksi antara jalur sepeda dan kendaraan bermotor, dan fasilitas parkir sepeda. Melalui Pergub DKI Jakarta No.51 Tahun 2020, Pemprov DKI Jakarta menerapkan pembangunan jalan tol sepeda di sepanjang jalan Sudirman – Thamrin. Jalan tol ini dibangun sepanjang 5,7km dengan fasilitas parkir disepanjang jalan bagi para pesepeda. Massdes menambahkan bahwa Pemprov sangat mendukung penggunaan sepeda sebagai alat moda transportasi sehari-hari. Oleh karena itu, pemerintah telah merencanakan pembangunan jalur sepeda sepanjang 32km di seluruh Jakarta.

Penggunaan sepeda sebagai moda transportasi sudah dikampanyekan oleh banyak komunitas,, salah satunya oleh Bike 2 Work Indonesia. Sebagai pesepeda dan anggota B2W, Fahmi melihat peningkatan jumlah pesepeda di Jakarta sebagai sebuah fenomena yang perlu dibudayakan. Sepeda adalah sebuah alat transportasi yang bisa dimanfaatkan kapan saja. Meskipun begitu, pesepeda juga perlu menaati peraturan lalu lintas yang ada, dengan begitu Fahmi berharap masa transisi ini dapat mengubah cara pandang masyarakat terhadap sepeda sebagai solusi alat transportasi modern, tidak hanya di masa transisi PSBB tetapi juga untuk masa setelah pandemi  nanti.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *