Manfaat Big Data Untuk Meningkatkan Penjualan

Big data adalah istilah untuk menggambarkan suatu data yang beragam, berukuran super besar, dan mencangkup area yang luas. Big data memiliki manfaat yang besar untuk data analisis suatu perusahaan dan dapat membantu suatu perusahaan untuk meningkatkan penjualan nya. Akan tetapi, untuk dapat menikmati manfaat dari big data diperlukan keahlian yang khusus dalam mengolah data. Hal tersebut disebabkan oleh volume data yang sangat besar, sehingga sering kali membuatnya sulit dibaca dan dianalisa.

Untuk memahami lebih lanjut mengenai manfaat big data, CoHive mengadakan diskusi daring melalui CoLearn Online, dengan judul “Communicate with the Right Market Using Big Data” (Berkomunikasi dengan Sasaran Pasar Melalui Big Data). Turut mengundang Arya Ospara, selaku Head of User Engagement and User Acquisition Telunjuk,com. Acara ini dimoderatori oleh Indah Rahdiani, Senior Associate Event Management CoHive.

Menurut Arya, dalam meningkatkan penjualan suatu perusahaan dengan memanfaatkan big data, perusahaan tersebut perlu memanfaatkan fungsi big data secara penuh. Big data memiliki peran yang sangat besar dalam sistem analisis suatu perusahaan, terlebih bila dapat ditelaah dengan analisa prediktif. Big data dapat digunakan untuk menghasilkan analisa prediktif yang  dapat membantu perusahaan untuk menelaah engagement dan acquisition konsumen lama dan konsumen berpotensi yang lain. Hasil analisa  tersebut dapat membantu perusahaan menentukan jenis promosi yang tepat sasaran. Secara keseluruhan, pemanfaatan big data yang baik dapat meningkatkan penjualan.

Arya juga menjelaskan bahwa big data dapat membantu perusahaan untuk dapat membangun komunikasi yang lebih baik dengan konsumennya. Dengan big data, perusahaan dapat mengetahui jenis platform media sosial mana yang paling baik untuk jenis usaha perusahaan. Tidak hanya itu, dengan membedah big data, perusahaan dapat menganalisa profil konsumen yang ada. Salah satunya adalah menganalisa kebiasaan user ketika mengunjungi website perusahaan dan variabel yang dibutuhkan. Big data tidak hanya dapat meningkatkan penjualan, tetapi juga dapat mengetahui prediksi dan efektivitas penjualan di masa depan.

Berbagai pertanyaan menarik ditanyakan oleh peserta webinar, salah satunya mengenai cara big data mendorong potensi pasar selama pandemi. Menjawab mengenai hal ini, Arya menjelaskan bahwa secara digital, hampir tidak ada hal apapun yang tidak dapat dianalisa dengan big data. Adanya pandemi tidak mengubah hal tersebut, justru pandemi menghadirkan bentuk data – data yang baru. Sebagai contoh, meningkatnya penggunaan media sosial atau situs lainnya. Dalam hal ini, Arya menganjurkan perusahaan untuk mengaktifkan tools penting dalam menganalisis big data, seperti Google Pixel. Google Pixel adalah salah satu alat yang dapat membantu perusahaan untuk mengetahui traffic pada situs perusahaan. Berangkat dari hal tersebut, perusahaan dapat menemukan hal yang menarik di masa pandemi dan membuat berbagai tema promosi yang sesuai dengan data yang didapat. 

Baca juga: Aplikasi berbasis Cloud Computing untuk Operasional Startup

Pertanyaan lain yang datang mengenai kisah sukses Telunjuk,com dalam menjaga engagement rate user. Menjawab hal ini, Arya mengakui banyak kesalahan yang dilakukan sebelum akhirnya dapat memberikan layanan yang terbaik dan mempertahankan engagement rate yang baik. Salah satu kesalahan yang dilakukan adalah fokus berlebih dalam akuisisi user baru dan melupakan proses mempertahankan  engagement dengan user lama. Dari masalah ini, Arya meluruskan tujuan engagement Telunjuk.com yaitu untuk membangun loyalitas diantara usernya dan tidak melulu mengenai akuisisi user baru. Untuk itu, Arya juga menyarankan pada perusahaan lain agar dapat memanfaatkan big data untuk mengembangkan layanan yang ditawarkan perusahaan pada konsumennya, sehingga konsumen tidak hanya berputar pada konsumen lama, tetapi juga mencapai target konsumen lainnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.