Cara Menjadi Sukses di Industri Media Daring dan Podcast

Hidup di era digital, kini semua orang dapat mengakses media sosial dengan mudahnya, artinya, siapapun bisa menjadi pembuat konten. Namun, yang membedakan para pembuat konten ini adalah cara mereka menjadi sukses di industri media.

Meskipun kesempatan untuk membuat konten terbuka lebar, tidak semua orang dapat membuat konten yang viral. Banyaknya konten yang diunggah di internet setiap harinya, membuat persaingan semakin sengit. Menurut Profesor Jonah Berger—seorang peneliti  dan ahli konsep komunikasi dari Universitas Pennsylvania mengatakan bahwa cara untuk menjadi sukses di industri media tidak hanya memerlukan keberuntungan semata. Namun, perlu faktor strategi di baliknya, yaitu pemahaman psikologi dan proses transmisi sosial.

Melalui webinar CoLearn Online dengan judul Hit Makers: How to Succeed on the Internet (Cara Menjadi Sukses di Internet) CoHive mengadakan sebuah diskusi menarik dengan mengundang CEO dari dua media yang relatif sukses, Asumsi.co dan Box2Box Media Network, Pangeran Siahaan. Dialog ini dimoderatori oleh Nadia Atmaji (Corporate Communications Associate of CoHive).

Mendapatkan antusiasme yang tinggi melalui konten yang dibuat, merupakan tujuan semua pegiat konten. Artinya konten yang dibuat telah berhasil mencapai target audiens yang dituju. Sebagai pemimpin perusahaan media, Pangeran menjelaskan dua hal penting yang perlu dipahami untuk mencapai target audiens. Pertama, memahami permintaan pasar dan kedua, bagaimana mengolah konten menjadi sebuah produk yang edukatif. Salah satu cara untuk mendapatkan inspirasi dalam mencapai kedua hal tersebut adalah dengan mengulik tren terkini di situs Google Trends.

Pangeran menjadikan salah satu karya audio-visual terbarunya sebagai contoh, yaitu Asumsi Distrik. Dalam dua bulan, salah satu videonya yang berjudul “Senggol Bacok di Priok” berhasil ditonton sebanyak 1,3 juta kali di YouTube. Tidak hanya itu, episode lainnya  “Mengurai Manggarai” dan “Tambora Membara” juga berhasil menjangkau audiens yang dituju. Dalam membuat video ini, Asumsi.co membawa ide yang menarik dan edukatif, namun masih jarang menjadi topik utama perbincangan publik. Setelah proses produksi selesai, Pangeran menekankan bahwa proses pengemasan dan distribusi suatu konten perlu diperhitungkan secara matang dan menyeluruh. Tujuannya, agar dapat mencapai target yang dituju dengan baik.

Berbagai pertanyaan menarik dilemparkan oleh partisipan, salah satunya mengenai cara seseorang yang belum terkenal ingin membangun media baru dan kemudian mengumpulkan audiens dari nol. Menjawab itu, Pangeran kembali menyinggung soal kualitas sebuah konten. Mereka harus memikirkan topik dan inti konten yang ingin dibuat.Tetapi di sisi lain, kepribadian dari seseorang yang membawakan konten juga sangat berpengaruh terhadap konten itu sendiri. Karakter inilah yang juga menjadi pertimbangan podcast Box2Box Media Network dalam menjaring talent podcastnya. Kepribadian dari seorang podcaster menjadi salah satu syarat penting dalam melakukan podcast, karena hal tersebut dapat menjadi nilai jual yang dapat menarik audiens untuk mendengarkan podcast tersebut. Hingga saat ini, Box2Box sendiri telah menaungi 27 podcast dan menargetkan ada 50 podcast bergabung pada akhir tahun 2020.

Di akhir acara Pangeran menekankan, hingga saat ini belum ada cara yang saklek untuk menjadi pembuat konten sukses di internet. Ia pun menekankan selain menghasilkan konten yang berkuaitas dengan topik yang edukatif, dan memiliki kepribadian yang baik, pada akhirnya itu semua akan menjadi sia-sia bila dilakukan tanpa konsistensidalam mengunggah konten.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.