Jakarta Melawan Pandemi dengan Kolaborasi

Berdasarkan data Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, per 19 April terdapat 3.033 kasus terkonfirmasi COVID-19 di DKI Jakarta, dengan total 6.575 kasus terkonfirmasi di Indonesia. Jumlah tersebut terus bertambah sejak bulan Maret, dan masyarakat berusaha membantu sebisa mungkin untuk memperlambat dan menghentikan penyebaran COVID-19. Setiap sektor pemerintahan telah bekerja sama dengan perusahaan swasta dan startup, dari pengeluaran peraturan hingga teknologi pendukung untuk mengatasi masalah ini.

Kali ini, Ngobrol Jakarta oleh CoHive diadakan secara online untuk mendukung himbauan pemerintah untuk menjaga jarak fisik. Berjudul “PSBB Jakarta: Lawan Pandemi dengan Kolaborasi”, Ngobrol Jakarta online membahas tentang langkah-langkah kolaboratif yang diambil untuk mengatasi pandemi COVID-19. Pembicara dari lembaga pemerintah dan startup berbagi pandangan dan wawasan mereka. Pembicara Ngobrol Jakarta kali ini adalah Dr. Verry Adrian (Kepala Informasi dan Hubungan Masyarakat Dinas Kesehatan DKI Jakarta) dan Dr. Adhiatma Gunawan (Kepala Manajemen Medis dari Good Doctor Technology Indonesia), dan di moderatori oleh Intan Cinditiara (Corporate Communications Lead dari CoHive).

Dr. Verry menjelaskan bahwa kolaborasi antara dinas kesehatan dan startup sangat diperlukan untuk membantu fasilitas kesehatan dan tenaga medis dalam situasi yang genting ini. Hal ini karena startup sudah memiliki basis yang kuat dan teknologi yang lebih handal dan dapat menjangkau lebih banyak orang. Selama pandemi COVID-19, dinas kesehatan DKI Jakarta telah berkolaborasi dengan berbagai perusahaan dan startup untuk menangani berbagai macam hal, seperti membuat call center khusus COVID-19, menyediakan chatbot untuk keluhan terkait COVID-19, seminar online, dan konsultasi dengan dokter.

Dr. Verry menjelaskan lebih lanjut pentingnya platform atau aplikasi yang dapat digunakan masyarakat untuk konsultasi dengan dokter secara online, sehingga tidak perlu mengunjungi fasilitas kesehatan dan meminimalisir kemungkinan terinfeksi. Aplikasi ini tidak menggantikan peran dan kompetensi tenaga medis untuk mendiagnosa, namun memiliki tujuan untuk skrining, mempermudah akses untuk informasi terkait COVID-19, dan meminimalisir kontak tenaga medis dengan pasien dengan potensi terinfeksi.

Good Doctor Technology – aplikasi kesehatan – adalah salah satu startup yang bekerja sama dengan dinas kesehatan DKI Jakarta. Dr. Adhiatma menjelaskan, pengguna dapat mengakses Good Doctor melalui Grab Health untuk konsultasi gratis dengan dokter umum. Pengguna dapat menjelaskan keluhan kesehatannya, dan dokter akan memberikan konsultasi jalur klinis sebelum memberikan diagnosa.

Selain menyediakan layanan untuk mendapatkan konsultasi medis tanpa perlu mendatangi fasilitas kesehatan, Good Doctor juga berkontribusi dalam membantu tenaga medis untuk melakukan Rapid Test dan PCR gratis, serta Rapid Test gratis untuk mitra Grab. Dr. Adhiatma menjelaskan lebih lanjut bahwa tenaga medis adalah orang-orang yang memiliki risiko tinggi, karena mereka memiliki paparan tinggi terhadap pasien berpotensi terinfeksi dan yang telah terkonfirmasi COVID-19.

Perihal pelacakan atau contact tracing di DKI Jakarta. Dr. Verry menjelaskan bahwa DKI Jakarta memiliki aplikasi bernama Survey Epidemi yang digunakan untuk survei dan pelaporan orang-orang yang memiliki kontak kuat dengan pasien COVID-19. Puskesmas kemudian akan melakukan survei epidemiologi untuk memastikan bahwa tidak ada keluhan lebih lanjut dan orang tersebut tidak menunjukkan gejala COVID-19. Pemerintah kota bekerja sama dengan ketua RT setempat untuk pengumpulan data. Hingga saat ini, tigapuluh ribu orang telah terdata.

Pandemi ini merupakan salah satu waktu tersulit bagi kita semua. Tidak ada tanggal yang dapat memastikan kapan pandemi ini akan berakhir, dan dr. Verry serta dr. Adhiatma menyarankan partisipan untuk membuat virus ini tidak dapat lagi menginfeksi orang dengan berdiam dirumah, sering mencuci tangan, dan mengenakan masker saat keluar rumah. Kita sebagai masyarakat harus bersatu untuk mengatasi pandemi ini. Seperti yang dikutip dari dr. Verry sendiri, tidak ada yang bisa diselesaikan sendirian, karena klaim bahwa dapat mengerjakan sesuatu sendirian merupakan jalan menuju keruntuhan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.