Good Doctor Technology Indonesia Perkuat Layanan Kesehatan

Good Doctor Technology Indonesia, merupakan usaha patungan antara Grab dengan layanan kesehatan berbasis digital terbesar di Tiongkok, Ping An Good Doctor. Kedua perusahaan mengumumkan kerja sama senilai US$ 140 juta itu pada Agustus 2018. Keduanya sepakat untuk fokus menyediakan layanan kesehatan di Asia Tenggara.

 

CoHive memiliki kesempatan untuk berbincang dengan Danu Wicaksana, yang baru-baru ini ditunjuk sebagai Managing Director Good Doctor Technology Indonesia yang bertanggungjawab atas operasional di Indonesia. Good Doctor juga merupakan member baru di CoHive 101 Kuningan, Jakarta Selatan. Yuk kita simak bersama perbincangannya!

 

Hai Mas Danu, apa kabar? Semoga sehat ya mas! Jadi Good Doctor kan baru di CoHive, sejauh ini bagaimana di CoHive?

Baik! Meskipun kami baru saja bekerja di kantor baru kami di CoHive selama sekitar dua bulan dan sekarang kami perlu mengimplementasikan work from home.

 

CoHive mengakomodasi potensi scale-up Good Doctor

 

Good Doctor memutuskan untuk memiliki produk Built-to-Order (BTO) di CoHive di mana seluruh lantai di gedung kami hanya untuk Good Doctor, dan Anda dapat merancang kantor berdasarkan citra perusahaan Anda. Mengapa Anda memutuskan untuk memiliki kantor di CoHive dan produk BTO?

Pertama, karena kita sebagai perusahaan yang berkembang dengan cepat tapi masih muda, kita merasa kita butuh solusi real estate yang fleksibel, sehingga ketika nanti kita mau scale up, kita dapat menemukan partner yang bisa melakukannya dengan cepat dan efisien. Kita merasa CoHive dapat memenuhi itu semua. Kedua, kita melihat dari kredibilitasnya, kebetulan kita mengenal beberapa orang dari CoHive dan CoHive sendiri merupakan brand yang telah berdiri cukup lama, kita kenal investornya juga, dan kita percaya dengan CoHive bahwa kita dapat berkerjasama dengan baik. Ketiga, lokasinya, kita memiliki beberapa lokasi target di Jakarta, dan kebetulan CoHive memiliki gedung di lokasi-lokasi representatif tersebut. Adapun BTO, karena saya pikir bermanfaat untuk memiliki kantor kami mewakili citra perusahaan kami, maka kami merekomendasikannya kepada startup lain yang ingin memiliki kantor sendiri di ruang kerja bersama.

Apa yang diharapkan dari CoHive untuk membantu bisnis anda?

Kalau dari harapan kita, nomor satu adalah community event, Good Doctor sudah dua bulan di CoHive 101, tapi belum banyak kenal dengan member yang lain, jadi mungkin kalau ada event yang ramai kita akan ikut. Selain itu, tugas kita sebagai management, kan retain best talents, nah dari situ kita melihat selain lokasi kita melihat fasilitas yang ada, seperti kantin atau café dan sebagainya, pasti akan membuat tenant seperti kita lebih happy lagi.

 

Good Doctor kuat sejak awal di Indonesia

 

Bisa diceritakan perjalanan anda menjadi Managing Director di Good Doctor Indonesia?

Saya sebnernya lumayan merasa sangat beruntung bisa berada ada disini karena aslinya latar belakang saya itu engineer karena saya sekolah teknik kimia di ITB, lalu saya mencoba eksplor management consulting di McKinsey dan disitu saya mulai terpapar ke berbagai industri. Mulai 2015 saya ke dunia teknologi, mulai dari e-commerce di BerryBenka dan HijabBenka, kemudian saya mengambil tantangan lain di fintek, yaitu T-Cash dan LinkAja, sekarang saya dapat kesempatan lain untuk belajar lebih jauh di Good Doctor. If you ask me, I’m a lifelong learner, mau jadi apa yang penting belajar terus. I believe technology can solve many different problems in our country.

Wah menarik juga ya! Nah, sebagai pemain baru di healthcare app, bagaimana pertumbuhan Good Doctor?

Iya kita memang masih baru, secara resmi beroperasi tanggal 10 Desember 2019. Kita masih seumur jagung dari sisi lamanya beroperasi. Tapi, kami sangat bersyukur karena pertumbuhan kami luar biasa bahkan melebihi ekspektasi, karena di saat yang kurang baik seperti ini, pandemi Covid-19 membuat masyarkat lebih sadar mengenai kesehatan mereka. Ditambah lagi, masyarakat memiliki kencendrungan untuk tidak datang ke fasilitas kesehatan. Meski mendapatkan traffic yang sangat luar biasa, tentu kita tetap berharap pandemi ini bisa segera berakhir dan masyarakat dapat bekerja dengan normal kembali.

Sejauh mana peningkatannya dari awal diluncurkan aplikasinya hingga saat ini?

Kalau dibandingkan dengan Desember, sudah 7-8 kali peningkatannya. Ini merupakan suatu hal yang kita syukuri,tapi di saat yang sama memacu kita untuk mencari tenaga dokter yang lebih banyak lagi untuk dapat melayani semua masyarakat yang ingin berkonsultasi.

Lantas, apa kontribusi Good Doctor dalam pandemi Covid-19 ini mas?

Kita ada dua kerjasama, dengan Kementerian Kesehatan RI dan BNPB. Dengan Kemenkes, kita menjadi rekanan telemedicine yang resmi, dalam artian semua mitra dokter kita telah mendapatkan guideline resmi dari Kemenkes dalam menangani Covid-19 secara online. Ini berguna sekali karena banyak masyarakat Indonesia yang cemas, sehingga bila mereka batuk sedikit langsung bertanya pada kita, nah dari guideline ini kita dapat menjawab apakah gejala-gejala tersebut harus masuk rumah sakit atau masih dapat dengan mengikuti langkah-langkah preventif yang lain. Sementara itu, BNPB, salah satu inisiatif yang dilakukan oleh BNPB ini adalah self-isolation monitoring. Jadi untuk pasien yang telah merasakan gejala tapi belum pada level medium atau tinggi, kita sarankan untuk isolasi mandiri, akan tetapi tetap kita cek berkala melalui aplikasi Good Doctor atau GrabHealth ini.

Apa perbedaan signifikan dengan healthcare app yang lain?

Apa yang akan membedakan kita sangat banyak, tapi kan kita masih di bulan ke-empat, kalau boleh sharing, konsep gede dari kita sendiri dan pemain yang ada disini adalah, healthcare technology itu pada intinya memberikan solusi pada tiga hal, yang sering disebut sebagai healthcare iron technology; access, cost, dan quality. Teknologi kita dapat membuat cost yang dikeluarkan sangat efisien, yang kedua, kita percaya di Indonesia, kita tidak hanya menawarkan “medical care” atau layanan kesehatan untuk orang yang sakit, tapi juga “wellness” yaitu, layanan kesehatan untuk orang-orang yang ingin menjaga kesehatan mereka, contoh ingin melakukan weight loss atau nutrition check. Yang ketiga, kita akan masuk ke seluruh kota dan desa di Indonesia, kita merasa bahwa orang-orang yang dapat merasakan manfaat terbesar dari ini adalah orang-orang yang memiliki faskes yang masih kurang.

Good Doctor ini kan ingin menyediakan satu dokter untuk satu keluarga, bagaimana cara mencapai target ini?

Kembali lagi ke core strength kita yaitu teknologi, di Cina, jumlah dokter per 1000 pasiennya juga tidak tinggi, tapi bagaimana mereka bisa meningkatkan coverage mereka ke semua pasien itu bergantung pada teknologi. Contohnya, 1 dokter di offline facilities, bekerja selama 8 jam dapat bertemu 32 pasien, nah tugas kita sekarang bagaimana dengan online facility ini dapat melayani 32 pasien ini tidak dalam 8 jam tapi dalam waktu 1 jam saja. Caranya adalah dengan menggabungkan dokter, sebagai kekuatan manusia dengan kekuatan machine learning atau natural language processing atau artificial intelligence, nah natural language processing ini harus dibangun bertahun-tahun, karena kita harus memadukan pengalaman dokter dengan ribuan pasien-pasien sebelumnya, sehingga kita bisa membangun clinical pathway atau algoritma nya. Hal-hal seperti itu kita coba kembangkan dengan machine learning ini, sehingga satu dokter dapat menangani jumlah pasien yang lebih banyak dibandingkan ketika mereka praktek di secara offline.

Memangnya semua masalah kesehatan dapat ditangani secara online?

Good question. Saya juga pernah ditanya yang lebih ekstrim, ‘apakah rumah sakit melihat Good Doctor sebagai kompetitor?’ jadi ini semua tergantung dari sudut pandang apa yang kita miliki. Kita sangat beruntung bahwa berbagai jaringan rumah sakit yang justru mengajak kita kerjasama karena kita lihat masalahnya sangat besar, tidak dapat ditangani oleh satu pihak saja. Kembali pada pertanyaan awal, jawabannya tidak, itu adalah jawaban yang sangat jujur. Dari 100% penyakit yang ada di masyarakat, hanya sekitar 40-50% penyakit yang dapat diselesaikan online atau tanpa physical touch, artinya ada 50% penyakit lain yang tetap membutuhkan follow up secara fisik. Pertanyaanya berarti, teknologi ini sangat relevan untuk 50% penyakit ini, dan untuk 50% berikutnya, somehow relevant tapi tidak bisa menyelesaikan, kenapa begitu, karena monitoring tetap dilakukan secara online tetapi untuk berbagai tindakan lainnya tetap harus dilakukan secara fisik.

 

Good Doctor optimis rebut pasar regional

 

Dari sisi investasi, bagaimana perkembangan investasi ke Good Doctor?

Jadi sebenernya, kita itu perusahaan independen di luar Grab, tapi Grab merupakan salah satu pemegang saham minoritas, untuk strategi pasarnya kita masuk ke Grab di bagian GrabHealth-nya.

Kalau dari sisi stage-nya?

Good Doctor masih di tahap awal dalam pengenalan ke pasar dan juga gaining market share, kita juga sedang mencari feedback dari masyarakat, layanan kesehatan seperti apa yang mereka butuhkan karena kan banyak pemain yang lain, dan tentu kami melihat senior-senior kita sebagai tempat untuk belajar.

Apakah akan ada fundraising juga?

Seperti layaknya technology startup company, dimana tiga investor yang tadi disebutkan adalah seed funding kita, in fact dalam beberapa minggu ke depan akan kami lakukan series fundraising. Yang berbeda dari kami dengan pemain yang lain adalah, tujuan awal kami adalah menjadi regional company. Kita bersyukur banget karena setelah beberapa investor menanggap baik ketika kita mengumumkan akan melakukan series funding.

Mengapa mengincar jadi nomor satu di level regional?

Artinya nomor 1 adalah, global knowledge. Di cina, 1,3 milyar penduduk pasti memiliki jenis-jenis penyakit dan cara penanganan yang sudah mereka ketahui dengan baik, dalam arti kita tidak bisa menyamakan apa yang terjadi disana dengan apa yang terjadi di Indonesia. Tapi secara clinical pathway, dokter-dokter pasti sudah memiliki clinical pathway yang sudah distandarkan dari sisi WHO, nah pengalaman-pengalaman ini yang sangat berharga buat kita untuk dibawa ke Indonesia atau Negara asia tenggara lainnya. Kedua, dari segi model, bisnis, bila banyak company melihat Alibaba atau Amazon sebagai ‘kakak’ untuk melihat mana bisnis yang bisa demonetize mana yang tidak. Kita cukup beruntung memiliki Ping An Good Doctor, karena disana mereka telah menjadi listed company, artinya mereka sudah sangat dipercaya oleh kalangan investasi dan bisnisnya sudah proven. User mereka sendiri sudah mencapai 330 juta lebih, nah ini yang akan kita pelajari dan customize untuk masyarakat di Indonesia. Ketiga, untuk go regional, saya rasa kita bisa membuat satu brand yang reputasinya proven, contohnya Good Doctor ada di Malaysia, Singapura, dan lainnya. Sebagai orang Indonesia, banyak yang masih memiliki presepsi bahwa fasilitas healthcare di luar lebih baik dari disini, walaupun bisa jadi benar, tapi kita mencoba belajar dari praktek healthcare yang ada diluar dengan kearifan local kita.

Terakhir mas, apa nih sarannya untuk mereka yang ingin terjun ke dunia startup? Terlebih buat yang latar belakang pendidikannya tidak sesuai dengan bidang startup-nya, seperti mas?

Ini merupakan pertanyaan yang valid ya, menurut saya menjadi pemimpin atau CEO dari suatu perusahaan, merupakan suatu hal yang lebih ke art dibanding science. Jika kita lihat dari pemimpin perusahaan di Indonesia lalu kita lihat sector perusahaannya minimal setengah background-nya tidak cocok. Paling gampang misalnya Pertamina atau Garuda Indonesia, apakah background CEO-nya teknik penerbangan atau geologi? Ngga juga. Bagi perusahaan startup bahkan perusahaan mature, CEO itu lebih dari sisi managing perusahaan tersebut, karena kita tidak hanya manage perusahaan saja tapi semua sisi di dalamnya. Contohnya di sini, saya sangat bersyukur orang-orang di bawah saya adalah orang-orang yang sangat kompeten di bidangnya. Saat ada kesempatan di Good Doctor ini saya pikir, you only live once, so when there is an opportunity to do this, saya tahu ini akan sangat challenging dan keluar dari comfort zone saya, tapi saya tahu kalau opportunity di healthcare ini sangat besar.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.