Bella Kuku Tanesia, Melihat Peluang Bisnis dari Media Sosial

bella kuku tanesia bisnis mantepbenerrr

Bella Kuku Tanesia, seorang social media influencer yang berhasil melihat peluang bisnis dari hobi yang ia sukai, yaitu food tasting. Perempuan 23 tahun ini pertama kali membangun karirnya di media sosial pada tahun 2017. Akan tetapi pada saat itu Bella tidak melihat bahwa media sosial dapat menjadi peluang bisnis yang menjanjikan. Berangkat dari sekedar iseng membuat akun Instagram dan YouTube untuk mengabadikan momen pribadinya, ternyata akunnya justru mendorongnya menjadi seorang social media influencer.

Menjadi seorang social media influencer tentu membutuhkan karakter yang menarik, sehingga dapat membangun komunikasi dua arah dengan audiens. Dalam hal ini, Bella mengawali ‘portfolio’ online nya dengan konten-konten traveling Namun,  karena Bella  suka food tasting, lambat laun kontennya berkembang menjadi konten kuliner. Bersama pasangannya, Gerry Girianza, seorang food vlogger, ia mulai menjajah konten kuliner yang justru melambungkan namanya. Kini, social media influencer , Bella Kuku Tanesia tidak hanya membuat konten di media sosial, namun dapat memanfaatkan fasilitas tersebut untuk menjadi peluang bisnis, yaitu Mantepbenerrr.

Kemampuan Bella dalam melihat peluang bisnis melalui teknologi menunjukan salah satu karakteristik dari Generasi Z (generasi yang lahir antara tahun 1996 – 2010), yakni sikap keterbukaan pada teknologi dan kemampuan untuk menginvestasikan keahliannya pada bidang yang tepat. Oleh karena itu, CoHive VOZA mengundang Bella untuk berbincang lebih lanjut mengenai karirnya sebagai seorang social media influencer dan entrepreneur dalam diskusi yang berjudul “Generation Z, the Next in Line for the Greatest Generation” (Generasi Z, Generasi Selanjutnya sebagai Generasi Terbaik yang Pernah Ada). Diskusi menarik ini dimoderatori oleh Windyannisa Cindrati, Community Relations Associate CoHive.

 

Halo Bella!  Bagaimana sih awalnya kamu terjun ke dunia media sosial hingga menjadi seorang pebisnis seperti sekarang?

Awalnya aku memulai karirku melalui Instagram hanya sekedar iseng belaka, mengikuti tren yang ada aja. Saat membuat akun medsos, aku sendiri tidak tahu kalau nantinya platform tersebut dapat menjadi peluang bisnis untuk aku. Namun, karena sebelumnya aku sudah aktif di dunia entertainment, aku mulai sadar bahwa platform tersebut sangat penting buat aku karena dapat menjadi semacam portfolio. Berangkat dari hal itu, aku mulai membenahi konten yang dimuat di akunku dan membentuknya menjadi suatu peluang bisnis untuk aku. Dari Instagram aku yang banyak memuat konten traveling, aku mulai meraba konten kuliner juga. Sekarang, bersama dengan pasanganku yang sudah terlebih dahulu memasuki konten kuliner , aku menjadi aktif dengan konten kuliner dan dapat membuka bisnis di bidang yang sama, yaitu ‘Mantepbenerrr’.

 

Apa sih yang memotivasi kamu untuk membangun ‘Mantepbenerrr’ dan kenapa kamu memilih bidang kuliner untuk bisnis kamu?

Sebenarnya aku sudah tertarik untuk melakukan bisnis sejak aku SMA, yaitu dengan berdagang makanan ringan ke teman – teman sekelasku. Saat itu, aku melihat banyak dari temanku yang sering datang ke sekolah tanpa sarapan terlebih dahulu. Oleh sebab itu aku kemudian mulai menjajakan makanan ringan di antara teman – teman yang ternyata laris manis. Sejak saat itu aku mulai merasakan kenikmatan tersendiri dari berjualan dan mendapatkan penghasilan sendiri. Nah untuk Mantepbenerrr, aku mendapatkan inspirasinya dari rasa ketidakpuasan ketika makan di restoran atau tempat makan lainnya. Mungkin ini hanya masalah preferensi pribadi, tetapi aku kerap merasa kurang puas dari porsi makanan yang terlalu kecil dan tidak sebanding dengan harga yang terlalu mahal. Maka dari itu, aku ingin menghadirkan sebuah usaha makanan yang dapat mengobati rasa ketidakpuasan tersebut dan Mantepbenerrr adalah jawabannya.

 

Sebagai Gen Z yang lebih ‘melek’ teknologi dari yang generasi sebelumnya, banyak sekali Gen Z yang sudah mulai membuka bisnisnya dari usia muda. Bagaimana pendapat kamu dalam memulai bisnis kamu sendiri di antara persaingan yang ketat?

Menurut aku, kita akan selalu punya pasar kita sendiri, jadi yang paling penting adalah mulai saja dulu. Ide kita untuk membuka bisnis sering kali dikalahkan oleh rasa takut akan kegagalan, padahal setiap bisnis pasti punya karakternya sendiri. Sehingga, meskipun di luar sana banyak bisnis yang serupa, kita bisa berdiri dengan gaya kita sendiri. Contohnya, Mantepbenerrr mengeluarkan menu baru dengan daging brisket. Meskipun di luar sana banyak sekali orang yang memiliki menu dengan bahan yang sama, tetapi dengan kreativitas kita sendiri, Mantepbenerrr bisa menghadirkan daging brisket yang berbeda dari yang lain. Buatku, ide akan selalu datang kapan saja, jadi jangan takut kalah dengan persaingan dan beranilah untuk mencoba terlebih dahulu.

 

Dalam berbisnis terkadang sering muncul rasa jenuh, bagaimana cara kamu untuk memotivasi diri agar tidak berhenti di tengah jalan?

Menurutku setiap jenis pasti akan ada pasang surut nya dan yang terpenting adalah bagaimana kita menghadapi fase tersebut dengan efisien. Aku menjadikan fase tersebut sebagai pelajaran untuk meningkatkan kembali bisnisku, yakni dengan mengenal kembali kekurangan bisnisku dan mengulik hal – hal yang perlu ditingkatkan. Aku banyak belajar dari teman – temanku yang sebelumnya sudah berpengalaman di bidang bisnis, jadi jangan malu untuk bertanya dan memperluas ilmu kita dari orang – orang di sekitar kita.  Selain itu, aku juga suka membuat gol untuk bisnisku, sehingga aku terus memiliki alasan untuk menjalankan bisnisku sampai gol tersebut tercapai dan membuahkan gol – gol yang baru di masa depan.

 

Kamu sendiri kan membuka bisnis bersama dengan pasangan, bagaimana cara kamu untuk tetap profesional dalam mengembangkan bisnis kamu?

Aku sering dengar orang bilang untuk jangan membuka bisnis bersama pasangan, karena satu dan lain hal. Tetapi, aku rasa selama kita bisa berkompromi dan melihat tujuan yang sama bisnis apapun dapat dijalankan dengan baik. Buat aku, yang terpenting dalam menjalankan usaha bersama adalah dengan menjaga komunikasi, baik secara bisnis maupun personal. Untuk itu, kami selalu berusaha untuk mengekspresikan dan mendengarkan pendapat masing – masing, sehingga tidak ada hal yang kita tutupi antara satu sama lain. Terbuka pada pasangan sangat penting apalagi dalam melakukan bisnis bersama, yakni untuk mengurangi terjadinya kesalahpahaman di antara kita berdua.

 

Kalau boleh tahu, apa sih kesulitan terbesar yang kamu hadapi saat membangung Mantepbenerrr?

Kesulitan terbesar mungkin berperang melawan egoku sendiri. Aku cenderung perfeksionis dengan bisnisku dan tidak mudah mempercayakan nya ke tangan orang lain, yang justru membuat aku kewalahan. Dari situ aku belajar untuk merendahkan egoku dan tetap fokus demi kemajuan bisnisku, yakni untuk menerima bantuan orang lain. Aku belajar bahwa aku perlu peran orang lain untuk dapat membantuku berkembang menjadi lebih baik lagi. Oleh karena itu, aku berusaha untuk mendahulukan bisnisku agar dapat terus berjalan secara konsisten dan fokus, ketimbang memelihara egoku.

Baca juga: Landasan Hukum dalam Membangun Bisnis

 

Sebagai pebisnis muda, seberapa besar pengaruh pandemi saat ini terhadap bisnismu?

Kebetulan aku memulai bisnisku tepat dua bulan sebelum pandemi, tetapi wabah ini justru membawa angin segar untuk bisnisku. Sejak ada pandemi, order yang diterima Mantepbenerrr melonjak dibandingkan sebelumnya. Tidak hanya bisnisku, dari yang aku perhatikan banyak bisnis kuliner rumahan yang juga mendapatkan untuk pada fase awal pandemi. Meskipun pada bulan berikutnya sempat turun kembali, aku melihat rasa ketakutan masyarakat pada kerumunan di rumah makan masih tinggi. Oleh sebab itu, untuk aku, aku menghadapi situasi ini untuk lebih fokus dengan apa yang sudah aku lakukan dan terus melakukan riset untuk dapat mengembangkan bisnis kita kedepannya.

 

Selain berani melakukan bisnis, Gen Z juga dikenal dengan pengetahuannya untuk mengalokasikan pendapatnya dengan efektif. Kalau kamu sendiri bagaimana cara kamu menginvestasikan aset mu?

Aku berinvestasi melalui bisnisku. Buat aku, investasi adalah hal yang penting karena kalau aku hanya mengandalkan tabungan, aku aku tidak akan berkembang. Aku selalu berusaha untuk menginvestasikan uangku, tidak hanya agar bisa dinikmati di kemudian hari, tetapi juga untuk dapat mengembangkan diri aku juga. Karena aku juga aktif di media sosial, aku juga berinvestasi di alat – alat yang diperlukan untuk memproduksi konten aku. Selain itu, aku juga menginvestasikan aset pada saham.

 

Ke depannya ada lagikah gol yang ingin kamu capai?

Tentu banyak, salah satunya adalah untuk melebarkan bisnisku di platform online. Saat ini aku hanya tersedia di satu marketplace saja, sehingga banyak teman – teman yang merasa sulit untuk mengakses makanan kita. Jadi, targetku kedepannya adalah agar tersedia di banyak platform dan lebih mudah diraih oleh pelangganku dari berbagai tempat. Tidak hanya itu, aku juga ingin mengembangkan bisnis menjadi sebuah restoran dimana orang – orang bisa berkumpul dan membangun komunitas baru di restoran ku.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.