Pertahankan Putaran Bisnis saat Pandemi | CoHive

Pertahankan Putaran Bisnis saat Pandemi

Ilustrasi Pertahankan Putaran Bisnis saat Pandemi

Pandemi COVID-19 menghantam sektor bisnis. Himbauan pemerintah untuk menjaga jarak fisik (physical distancing) sebagai pencegahan penyebaran COVID-19, menyebabkan banyak perusahaan meminta karyawannya untuk bekerja dari rumah. CoLearn Online, yang diadakan oleh CoHive membuka diskusi mendalam tentang cara bisnis agar bisa tetap bertahan selama pandemi COVID-19.

Pandemi COVID-19 menghantam sektor bisnis. Himbauan pemerintah untuk menjaga jarak fisik (physical distancing) sebagai pencegahan penyebaran COVID-19, menyebabkan banyak perusahaan meminta karyawannya untuk bekerja dari rumah. Jalanan yang dulu ramai di Jakarta menjadi sunyi dan steril. Ketika orang memutuskan untuk tinggal di rumah, banyak bisnis yang bergantung pada pelanggan harian berada ”di ujung tanduk”.

Menurut World Economic Forum, COVID-19 membawa dampak signifikan bagi ekonomi global. Dengan penutupan kota-kota dan praktik jarak fisik, siklus ekonomi telah berhenti, menyebabkan banyak bisnis yang tutup.

Webinar bernama CoLearn Online, yang diadakan oleh CoHive berjudul Cara Mengoptimalkan Bisnis Selama Masa Turbulen (How to Optimize Business During the Turbulent Times) membuka diskusi mendalam tentang cara bisnis agar bisa tetap bertahan selama masa-masa sulit, dalam hal ini selama COVID-19. Narasumber pada diskusi ini adalah Meena Kumari Adnani (Mentor Bisnis dan Motivator), dan dimoderatori oleh Intan Cinditiara (Corporate Communication Lead CoHive).

Meena menjelaskan kepada para peserta bahwa reaksi kita terhadap krisis akan menentukan masa depan bisnis kita. Kondisi krisis memerlukan reaksi yang terukur, dimana pengusaha harus memberikan keunggulan kompetitif dan memikirkan cara yang disruptif untuk mempertahankan bisnis.

Pertama-tama yang perlu dilakukan adalah mengevaluasi rencana bisnis dalam rangka mempertahankan bisnis anda. Cobalah untuk melihat bisnis Anda dari seluruh perspektif: biaya, inventaris, pertumbuhan, rencana, dan strategi. Lalu lihatlah dari sudut pandang yang berbeda. Temukan apa yang perlu dikurangi dan apa yang perlu dipertimbangkan kembali. 

Di waktu krisis, ada 2 cara mengatur jalannya bisnis: reaktif dan proaktif. Meena menjelaskan bahwa menangani bisnis secara reaktif perlu dilakukan untuk tujuan jangka pendek, misalnya menjaga produktivitas bisnis dan menggaji karyawan Anda, menjaga biaya serendah mungkin, dan meningkatkan cadangan kas bisnis. Dalam hal ini, manajemen karyawan sangat penting, karena dapat membantu bisnis untuk menjaga biaya serendah mungkin dan pengoptimalan tim dapat mengarah pada bisnis yang lebih produktif.

Sementara itu, penanganan bisnis proaktif harus dilakukan dalam rangka meningkatkan penjualan untuk mencapai tujuan jangka panjang. Contohnya, pemilik bisnis perlu bekerja ekstra untuk melayani pelanggan. Layanilah pelanggan Anda dengan sungguh-sungguh, bertanyalah kepada mereka “bagaimana saya bisa membantu Anda?”. Hal ini akan menumbuhkan empati pelanggan dan dapat memberi Anda wawasan tentang ide bisnis alternatif yang dapat menjawab permasalahan pelanggan anda. Selain dapat membantu pelanggan, dalam jangka panjang nantinya pelanggan akan menjadi network Anda dan lantas menjadi net worth tersendiri. Setelah itu, cek kembali rantai pasokan atau supply chain Anda. Pikirkan opsi yang Anda miliki, seperti penjualan secara daring, perubahan kemasan, promosi, dan memaksimalkan sumber daya yang Anda miliki.

Materi yang menarik ini lantas mengundang banyak pertanyaan dari partisipan, salah satunya adalah bagaimana pandangan Meena tentang perusahaan besar yang memanuver produksi mereka dari fesyen menjadi produk hand sanitizer, dan mungkinkah perusahaan kecil dapat melakukan hal yang sama. Meena menjawab bahwa itu bisa menjadi ide bagus untuk rencana jangka pendek, tetapi Anda harus memikirkan rencana jangka panjang juga. Perusahaan harus beradaptasi dengan situasi dan harus melakukannya dengan cepat atau mereka akan tertinggal. Jadi, cara berpikir pemilik usaha perlu berubah, dari “bagaimana saya bisa memanfaatkan situasi?” menjadi “bagaimana saya bisa menjadikan ini model bisnis baru?”

Pandemi COVID-19 telah mempengaruhi setiap aspek, baik secara pribadi maupun bisnis. Terjadi perubahan dalam kehidupan sosial sehari-hari, dan bisnis menghadapi tantangan yang tidak pernah diprediksi sebelumnya. Tetapi kita semua harus ingat, mempraktikkan jarak fisik bukan berarti memotong kehidupan sosial. Meena menyarankan partisipan untuk tetap aktif dan tetap menjaga hubungan dengan kolega dan teman, karena pada akhirnya, komunitas masyarakat Indonesia sangatlah kuat. Yang harus kita lakukan adalah bersikap baik satu sama lain, karena jika kita menghadapi ini bersama, kita akan menjadi lebih kuat dari sebelumnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *