Hard skill dan Soft skill: Apa Itu dan Perbedaannya?

Inilah Perbedaan Hard skill dan Soft skill yang Sama Pentingnya

Perbedaan Hard skill dan Soft skill yang Sama Pentingnya

Hard skill dan soft skill menjadi dua tipe skill yang wajib dimiliki di saat Anda menjalankan pekerjaan yang ada. Sebenarnya apa perbedaan di antara keduanya? Dan mengapa sama-sama penting untuk dimiliki?

Di dalam menjalani pekerjaan sehari-hari, Anda pastinya dituntut memiliki skill yang mumpuni dan sesuai dengan profesi atau jabatan yang diemban. Dengan skill yang cocok, maka pekerjaan yang dilakukan pun akan lebih mudah untuk Anda. Jika tidak, Anda malah harus berusaha belajar lagi dan bisa kurang memberikan impact saat bekerja.

Pada dasarnya, skill di dalam dunia pekerjaan itu dibagi dua, yaitu hard skill dan soft skill. Kedua jenis skill ini pun sama-sama pentingnya. Keduanya harus Anda miliki kalau ingin memiliki karier yang lebih baik ke depannya. Apa saja perbedaan dari hard skill dan soft skill?

Hard skill

Untuk bagian pertama, mari membahas hard skill. Dari segi namanya sendiri, hard skill sudah terlihat sebagai skill yang bisa Anda tunjukkan di dalam pekerjaan sehari-hari. Hard skill menjadi keahlian utama yang wajib ada untuk sebuah pekerjaan. Keahlian ini pun terhitung spesifik. Contoh mudahnya adalah jika Anda menjadi seorang wartawan atau jurnalis, maka hard skill yang harus dimiliki adalah kemampuan dalam menulis berita, melakukan wawancara dengan narasumber, hingga melakukan proofreading.

Hard skill bisa disebut sebagai skill yang paling mudah untuk dilihat sekaligus diperlihatkan. Saat perusahaan sedang mencari pegawai untuk sebuah jabatan, maka hard skill yang harus dimiliki untuk mengisi jabatan tersebut pasti sudah tertulis di dalam iklan lowongan kerja tersebut. Dengan memenuhi hard skill yang ada, bisa dipastikan jabatan tersebut memang cocok untuk diberikan.

Untuk bisa mendapatkan hard skill, caranya terhitung banyak dan ditempuh oleh hampir semua orang. Dari pendidikan formal, kursus, program sertifikasi, hingga training, semuanya bisa memberikan Anda hard skill. Namun Anda perlu ingat, ketika sudah memiliki hard skill di dalam diri, Anda tetap harus memperbanyak kemampuan yang dimiliki agar tidak ketinggalan dari orang lain. Semakin banyak hard skill yang Anda miliki, semakin baik pula untuk karier Anda nantinya.

Soft skill

Pembahasan selanjutnya adalah soft skill. Jika hard skill adalah kemampuan yang bisa diperlihatkan dari segi pekerjaan sehari-hari, berbeda dengan soft skill yang bisa ditunjukkan dengan sikap dan sifat Anda di dalam dunia kerja. Ada beberapa jenis soft skill, seperti komunikasi, etika, empati, hingga kepemimpinan.

Bisa dibilang soft skill muncul dari dalam diri Anda, yang berhubungan hati dan pikiran. Namun sayangnya, soft skill itu tidak bisa diajari dengan training atau kursus. Soft skill terhitung lebih kompleks dan rumit. Untuk bisa mempelajari soft skill, perlu kecerdasan emosional dan empati yang mendalam. Dan untuk bisa mencapai itu pun, pengalaman sehari-hari di dalam aktivitas sehari-hari menjadi medium pembelajaran yang paling tepat.

Baca juga: Evaluasi Kinerja Karyawan yang Penting Untuk Dilakukan

Bagaimana meningkatkan hard skill dan soft skill?

Jika Anda membaca dua tipe skill di atas lalu berpikir diri sendiri masih kekurangan untuk keduanya, Anda tidak perlu khawatir. Anda bisa mempelajari hard skill dan soft skill dengan mengikuti beberapa cara di bawah. Masing-masing tipe skill memiliki cara yang berbeda-beda. Tinggal Anda sendiri yang menentukan mau memilih yang mana dulu untuk ditonjolkan. Namun perlu diingat, keduanya penting untuk di-upgrade agar Anda bisa menjadi individu yang lebih baik lagi di dalam pekerjaan.

Untuk menaikkan hard skill, ada beberapa cara yang bisa dilakukan, seperti:

  • Ikut training

Saat ini cukup banyak training yang diselenggarakan untuk menaikkan hard skill. Hebatnya lagi, training yang ada ini pun semakin hari semakin marak muncul. Anda bisa memilih mana yang paling cocok untuk Anda. Di dalam mengikuti training ini, sebaiknya Anda mengikutinya dengan sungguh-sungguh, apalagi jika traning itu berbayar. Jika tidak sungguh-sungguh, uang yang sudah Anda keluarkan pastinya menjadi sia-sia. Namun jika Anda giat dan gigih di dalam mempelajari materi yang ada di dalam training, bisa dipastikan hard skill Anda akan bertambah secara otomatis. Untungnya, semakin banyak perusahaan yang memberikan training kepada para pegawainya. Anda sebaiknya selalu mengikuti training yang digelar oleh perusahaan tempat Anda bekerja juga.

  • Mengambil kursus

Selain mengikuti training, ada juga kursus singkat. Untuk kursus singkat ini, sudah bisa dipastikan memiliki sistem berbayar. Namun dengan mengikuti kursus, Anda sudah memiliki satu sikap untuk mau mengembangkan diri sendiri. Dengan begitu, Anda sebenarnya sudah memiliki satu soft skill juga yaitu keinginan untuk belajar dan meningkatkan kualitas diri. Cek kursus singkat yang cocok untuk Anda lewat internet agar bisa mendapatkan pilihan paling tepat.

  • Tidak meremehkan pendidikan formal

Cara paling terakhir tentu saja bersungguh-sungguh saat menjalankan pendidikan formal. Jangan anggap kalau pendidikan formal hanya untuk memberikan Anda ijazah saja. Padahal di dalam pendidikan formal, sudah bisa dipastikan Anda belajar hard skill  juga. Maka dari itu, jangan meremehkan pendidikan formal karena di sini, semua hal yang nantinya berguna untuk Anda di dunia kerja sudah ada dan bisa Anda serap.

Baca juga: Cara-Cara Profesional Dalam Melewati Masalah di Kantor

Untuk menaikkan soft skill, ada beberapa cara yang bisa dilakukan, seperti:

  • Mencari mentor yang tepat

Untuk menaikkan soft skill, cara pertama yang bisa Anda lakukan adalah mencari mentor yang tepat. Mengapa harus mencari mentor? Karena soft skill yang ada di dalam pikiran dan hati Anda bisa terbuka, terasah dan tertanam dengan baik jika ada mentor yang tepat sekaligus cocok untuk Anda. Mentor yang tepat ini bisa Anda temukan di berbagai training juga, khususnya training pengembangan diri.

  • Memiliki semangat dan niat untuk belajar serta berkembang

Jika Anda tida mau memiliki memiliki semangat untuk berkembang, maka sulit juga untuk menaikkan soft skill. Semangat untuk terus belajar memang penting untuk dimiliki karena Anda sadar bahwa diri Anda masih memiliki kekurangan dan perlu mendapatkan ilmu baru dari manapun, yang penting berguna. Dengan begitu, Anda bisa mengembangkan soft skill dengan lebih cepat juga.

  • Memperhatikan sekitar

Terakhir adalah memperhatikan sekitar Anda. Mempelajari sifat empati dan etika sangat mungkin dipelajari dari sekitar Anda. Ditambah lagi dengan jiwa kepemimpinan yang bisa diasah saat Anda harus memimpin karyawan lainnya, atau bahkan saat Anda harus melaksanakan kerja kelompok. Jangan sia-siakan cara menaikkan soft skill yang terhitung gratis serta mudah ini.

Itulah perbedaan hard skill dan soft skill yang sebenarnya sama-sama penting untuk dimiliki. Dengan kombinasi keduanya, sudah bisa dipastikan Anda akan menjadi individu yang baik, terpercaya dan mampu menjalani pekerjaan dengan sebaik-baiknya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *