Penanganan Dampak Ekonomi Covid-19 Jakarta Lewat Kolaborasi Sosial Berskala Besar | CoHive

Penanganan Dampak Ekonomi Covid-19 Jakarta Lewat Kolaborasi Sosial Berskala Besar

Menanggapi wabah Covid-19, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melahirkan sebuah program kolaborasi berjudul Kolaborasi Sosial Berskala Besar (KSBB) untuk membantu seluruh warga Jakarta. Program ini mempersilahkan semua penduduk ibukota untuk turut serta dalam membantu mereka yang terkena dampak wabah Covid-19. Oleh karena itu, bersama Dr. Sri Haryati, S.Pi, M.Si selaku Asisten Perekonomian dan Keuangan Setda Provinsi DKI Jakarta dan Ahmad Faqih Syarafaddin, General Manager Mobilisasi Sumber Daya dari Dompet Dhuafa akan dibahas lebih lanjut mengenai program KSBB.

Data penyebaran kasus Covid-19 per 24 Mei 2020 menunjukkan, terdapat 6.561 kasus positif dan 14.448 kasus Orang Tanpa Gejala (OTG) di DKI Jakarta. Jumlah yang terus melambung sejak diumumkannya kasus pertama Covid-19 di Indonesia membuat Pemprov DKI terus mencari solusi dalam membantu warganya. Dengan menerapkan konsep “City 4.0” dimana pemerintah bergerak sebagai platform atau fasilitator, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melahirkan sebuah program kolaborasi yaitu Kolaborasi Sosial Berskala Besar (KSBB). Sebuah gerakan bantu sesama dari masyarakat untuk masyarakat di Provinsi DKI Jakarta. Gerakan ini mengajak semua penduduk ibukota untuk berpartisipasi dalam mensejahterakan sesama melalui beberapa pilihan donasi, yaitu bantuan sembako, makanan siap saji, paket lebaran, dan tunjangan hari raya (THR).

CoHive bekerjasama dengan Jakarta Smart City Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menggelar Ngobrol Jakarta Online, sebuah webinar bulanan yang kali ini mengangkat topik  “Kolaborasi Tangani Dampak Sosial Ekonomi Covid-19”. Ngobrol Jakarta Online ini membahas mengenai langkah kolaboratif pemerintah dalam mengikutsertakan seluruh warga DKI Jakarta untuk saling membantu satu sama lain.  Acara ini menghadirkan Dr. Sri Haryati, S.Pi, M.Si selaku Asisten Perekonomian dan Keuangan Setda Provinsi DKI Jakarta dan mitra aggregator dan penyalur bantuan Ahmad Faqih Syarafaddin, General Manager Mobilisasi Sumber Daya dari Dompet Dhuafa, dimoderatori oleh Nadia Atmaji selaku Komunikasi Korporasi CoHive.

Dr. Sri Haryati mengungkapkan bahwa upaya melawan pandemi Covid-19 berdampak besar pada warga, khususnya di bidang ekonomi. Misalnya, untuk memutus rantai penyebaran virus, Pemprov DKI menerapkan kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di seluruh ibukota. Hal ini berdampak pada mata pencaharian sebagian besar masyarakat. Oleh karena itu, Anies Baswedan selaku Gubernur Provinsi DKI Jakarta mengajak seluruh warganya untuk terlibat dalam aksi bantu sesama, melalui program KSBB. Dr. Sri Haryati juga menegaskan bahwa program ini diprioritaskan untuk seluruh warga rentan dan membutuhkan bantuan yang berdomisili di DKI Jakarta.

Melalui KSBB, Pemerintah sebagai fasilitator mempersilahkan seluruh pemangku kepentingan di DKI Jakarta untuk ambil andil dalam mensejahterahkan sesama. Dengan adanya kolaborasi ini, donasi yang masuk dapat didistribusikan secara merata, tepat sasaran, dandengan data yang kredibel,Dengan data yang dimiliki oleh Pemprov dan Dinkes DKI Jakarta, donasi telah dibagikan kepada 2000 RW yang membutuhkan, Yayasan Yatim Piatu, Pesantren, Panti Jompo, Panti Disabilitas, dan komunitas yang terdampak oleh virus Covid-19. Data tersebut akan terus diperbarui dan melewati proses verifikasi yang berlapis agar tidak salah sasaran. Sejak 24 April hingga 27 Mei 2020, tercatat 561.118 bantuan telah disalurkan kepada warga DKI Jakarta, bantuan tersebut berupa 375.745 paket sembako, 154.411 paket makan siap saji, 28.618 paket lebaran, dan 2.344 paket THR. Dalam pelaksanaan KSBB ini, Pemprov DKI bekerjasama dengan beberapa agregator seperti Aksi Cepat Tanggap, BAZNAS, Palang Merah Indonesia, Rumah Zakat, Human Initiative, dan Dompet Dhuafa.

Salah satu agregator KSBB, yakni Dompet Dhuafa yang diwakilkan oleh Ahmad Faqih menjelaskan bahwa Dompet Dhuafa secara aktif telah memberikan penyuluhan dan edukasi mengenai Covid-19 kepada warga DKI Jakarta. Pasalnya, saat mereka terjun langsung ke lapangan, masih banyak warga yang tidak menyadari pentingnya menerapkan standar protokol kesehatan seperti menggunakan masker dan physical distancing. Ahmad menilai, adanya program KSBB memberikan ruang kepada Dompet Dhuafa sebagai agregator KSBB untuk terjun ke seluruh lapisan masyarakat karena didampingi oleh aparat pemerintah. Menurut Ahmad, tercatat ada 5954 penerima manfaat dalam data Dompet Dhuafa, yang tersebar di 32 kecamatan dan 69 kelurahan. Selain itu, Dompet Dhuafa juga fokus terhadap program kesehatan dengan memberi layanan pada delapan rumah sakit, satu rumah sakit lapangan, dan 21 klinik untuk memberikan layanan pencegahan dan penyebaran virus di antara masyarakat.

Melawan pandemi global perlu dilakukan tidak hanya oleh pemerintah, tetapi juga masyarakat pengusaha, organisasi masyarakat dan semua pemangku kepentingan. Melalui KSBB, pemerintah berinisiatif untuk menjadi platform bagi para mitra yang ingin turut serta dalam membantu masyarakat. Sebagai fasilitator, pemerintah ingin membangun kembali rasa saling memiliki di antara masyarakat dan menegaskan bahwa tantangan sosial-ekonomi ini dapat diselesaikan jika dilakukan secara bersama-sama. Informasi mengenai perkembangan terbaru bantuan KSBB dapa diakses di https://corona.jakarta.go.id/id/ksbb.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *