Menggapai Loyalitas

Placeholder

CoHive

Features

Apr 26

cotalks6_1-768x512.jpg

Loyalitas pelanggan sering kali dibicarakan oleh pakar pemasaran maupun praktisi bisnis sebagai salah satu tujuan inti yang diupayakan dalam pemasaran modern. Hal ini dinilai sangat penting oleh perusahaan untuk mendapatkan keuntungan jangka panjang atas hubungan mutualisme dengan para pelanggannya.


Pelanggan dikategorikan loyal apabila menunjukan perilaku pembelian secara teratur atau terdapat kondisi di mana pelanggan membeli paling sedikit dua kali dalam selang waktu tertentu.


Banyak pelanggan di Indonesia masih lebih setia pada diskon dan bukan merek. Pelanggan biasanya mengikuti berbagai bentuk promosi dalam menentukan pilihan produk atau layanan mereka. Perilaku ini menciptakan masalah bagi bisnis dalam mempertahankan pelanggan mereka dan menghasilkan biaya lebih banyak dalam jangka panjang.


CEO dan Co-Founder Member.id Marianne Rumantir, menilai loyalitas pelanggan merupakan aspek yang sangat penting bagi kesuksesan sebuah perusahaan. Hal ini disampaikan Marianne saat menjadi pembicara dalam acara CoTalks #6 bertajuk Creating Loyal Costumers yang diselenggarakan oleh CoHive pada tanggal 27 Maret 2019 di CoHive dLab, Jl Riau Nomor 1, Menteng, Jakarta Pusat.


Member.id merupakan perusahaan teknologi dengan spesialisasi pada implementasi program loyalitas, mulai dari mempersiapkan desain, membuat kerangka manajemen, analisis data, hingga pemasarannya. Program loyalitas merupakan tantangan bagi Member.id. Sosialisasi dan observasi pelaku pasar merupakan tantangan utamanya.


“Kami mengumpulkan, menganalisis dan mengurutkan data untuk mendapatkan informasi yang dapat digunakan. Sehingga tercipta loyalitas yang didorong data dan loyalitas yang menghasilkan data,” kata Marianne.


Program loyalitas sangat penting terutama untuk membuat pelanggan terhubung dan terlibat dengan merek tertentu. Program loyalitas yang efektif dapat membantu perusahaan untuk menerapkan strategi customer-centric yang terintegrasi dan untuk mengoperasikan program sebagai pusat laba dan bukan pusat biaya.


“Program loyalitas yang efektif membutuhkan modifikasi dan pemantauan yang dilakukan secara terus menerus.” Faktor kinerja utama untuk melihat perspektif konsumen adalah dengan memberi mereka pilihan.


Namun, perlu diperhatikan, pilihan bukan berarti sekadar memberi konsumen sejumlah opsi. Harus diperhatikan adalah bagaimana cara penyajian beragam pilihan itu menjadi menarik.


“Lalu apakah, pilihan program itu mudah, mampu dimengerti dan bebas repot,” katanya.


CoTalks #6 turut menghadirkan Country Manager Zomato Indonesia, Vamsi Reddy yang mengisahkan tentang program Zomato Gold. Pogram berlangganan eksklusif ini sudah digunakan oleh hampir satu juta orang di lebih dari 8.000 restoran dan bar gold partner yang tersebar di India, UAE, Filipina, dan Portugal. Di Indonesia, Zomato Gold dapat digunakan di Jabodetabek.


“Di Jakarta, Zomato Gold merupakan program terbesar dan program keanggotaan berbayar yang tumbuh cepat,” katanya.


Menurut Vamsi, Zomato Gold merupakan program yang membuat anggota dapat menjelajahi tempat-tempat baru dan berbeda dan menyukai manfaat istimewa mereka setiap makan.


“Program ini berhasil karena dibuat sederhana. Pengguna perlu memahami manfaatnya,” kata Vamsi.


Baru-baru ini Vamsi mengaku pihaknya baru melakukan survei terhadap restoran yang menjadi mitra program Gold. Dalam survei yang dipaparkan oleh Vamsi menyebutkan, mitra program mampu meningkatan pelanggan baru sebesar 61 persen dan meningkatkan loyalitas pelanggan sebesar 21 persen.


Program Gold diklaim pula dapat menguntungkan mitra di berbagai dimensi, seperti menarik pengguna baru, memberikan pengalaman luar biasa, mendorong kesetiaan dan menarik perilaku masyarakat untuk makan di luar rumah.


Kesimpulannya, loyalitas pelanggan merupakan sikap yang menjadi dorongan perilaku untuk melakukan pembelian produk/jasa dari suatu perusahaan yang menyertakan aspek perasaan di dalamnya, khususnya yang membeli secara teratur dan berulang-ulang dengan konsistensi yang tinggi, namun tidak hanya membeli ulang suatu barang dan jasa, tetapi juga mempunyai komitmen dan sikap yang positif terhadap perusahaan yang menawarkan barang atau jasa tersebut.


Fadel, salah satu peserta CoTalks #6 yang merupakan pengelola program mitra salah satu e-commerce di Indonesia merasakan manfaat seminar ini. Baginya, datang ke acara ini tak hanya sekadar menambah ilmu.


“Tema acara sesuai dengan pekerjaan saya. Materi yang disampaikan benar-benar yang saya butuhkan. Saya tidak hanya mendapatkan ilmu tapi bisa dipakai frameworknya untuk di kantor. Saya juga mendapatkan bukan hanya teori, materi disampaikan berdasarkan pengalaman keduanya (Vamsi dan Marianne),” kata Fadel.


Peserta lain, Lidya, yang merupakan karyawan di salah satu perusahaan besar di Indonesia menilai membuat pelanggan menjadi loyal memang sulit. Maka dari itu ia mengaku hadir untuk mendapatkan pengalaman dari kedua pembicara.


“Saya memang berharap bisa belajar banyak dari event ini. Tidak hanya untuk mengetahui indikator-indikatornya saja, tetapi juga untuk menggali kreativitas untuk menciptakan dan menjaga loyalitas pelanggan,” kata Lidya yang berharap acara CoTalks dapat digelar satu minggu sekali ini.


CoTalks merupakan program dari perusahaan coworking space CoHive (Dulu bernama EV HIVE) yang memiliki konsep seminar satu arah dengan kapabilitas pembicara pada jajaran top/high level management dari berbagai bidang usaha atau kegiatan non-profit baik dari perusahaan, start up, maupun perorangan. CoTalks digelar rutin satu bulan sekali.


 


 


Tags