Masa Depan Properti Setelah Pandemi | CoHive

Masa Depan Properti Setelah Pandemi

Adanya pandemi telah memberi banyak tekanan pada sektor bisnis di Indonesia dan salah satunya adalah sektor properti. Sebelumnya sektor properti diprediksi untuk mengalami kenaikan yang baik pada tahun 2020, akan tetapi dengan adanya banyak tekanan seperti saat ini membuat para pelaku bisnis properti perlu memutar strategi mereka untuk dapat bertahan selama pandemi.

Pasar properti terus mengalami stagnasi positif dalam beberapa tahun terakhir, baik dari segi permintaan dan pertumbuhan harga. Berkembangnya pasar properti juga diprediksi oleh Realestat Indonesia (REI), yakni akan adanya pertumbuhan sebesar 7-9% selama tahun 2020. Akan tetapi dengan adanya pandemi global saat ini, kini masa depan properti menjadi kian diperdebatkan.

Tidak dapat dipungkiri bahwa pasar properti mengalami banyak tekanan selama pandemi berlangsung. Oleh karena itu dibutuhkan strategi yang tepat untuk mempersiapkan masa depan properti seusai pandemi berakhir. Untuk membahas lebih lanjut mengenai masa depan properti, CoHive menggelar webinar CoLearn Online, dengan judul “The Future of Property Business” (Masa Depan Bisnis Properti). Diskusi ini dihadiri oleh Lukito Utohardjo selaku Direktur Sales dan Marketing Tanrise Property, Theo William CEO DB Real Estate Indonesia, Dicky Chandra COO DB Real Estate Indonesia, dan Andrea Sudirman Event and Community Lead CoHive.

Dalam menghadapi pandemi, Lukito menegaskan bahwa menjaga kepercayaan masyarakat adalah hal yang paling penting untuk diutamakan oleh pelaku properti. Selain itu melakukan kolaborasi juga dapat dilakukan untuk menjaga brand value dan memperluas brand awareness suatu perusahaan. Menurut Theo, ketiga hal tersebut sangat penting untuk dilakukan, karena, pandemi tidak hanya berdampak pada properti tetapi juga terhadap tabiat konsumen (consumer behavior). Adanya pandemi telah mengubah prioritas masyarakat untuk mengesampingkan kegiatan investasi, oleh sebab itu pelaku properti perlu mengambil langkah lebih lanjut untuk mengubah pola pikir tersebut, yakni dengan tiga konsep berikut:

Baca juga: Memulai Bisnis di Kawasan Strategis? Untung – Rugi Sewa Ruko untuk Kantor dan Sewa Kantor Murah

Konsumen Sentris

Menjalani masa tidak pasti seperti saat ini, Lukito menerangkan bahwa perusahaan perlu menempatkan konsumen sebagai fokus utama atau konsumen sentris. Konsumen sentris adalah pendekatan dalam berbisnis yang berfokus dalam memberikan pengalaman positif pada pelanggan. Untuk itu, perusahaan harus memperkuat komunikasi dengan konsumen yang bertujuan untuk memberikan servis terbaik untuk para pelanggan.

Reputasi Brand

Tanrise Property dan DB Real Estate mengakui bahwa reputasi brand adalah harga yang perlu dijaga dengan baik. Untuk itu, komitmen perusahaan terhadap pelanggan perlu dijaga melalui beragam penawaran dan solusi. Perusahaan perlu menitikberatkan fokus pada pemberian solusi terbaik pada pelanggan ketimbang memberatkan pelanggan dengan produk saja.

Investasi Jangka Panjang

Seperti pesawat, seseorang perlu melakukan navigasi sebelum melakukan investasi—baik untuk jangka pendek maupun jangka panjang. Meskipun kondisi properti saat ini sedang lesu, menurut Theo pasar properti memiliki siklus yang naik turun, sehingga besar kemungkinan kondisi akan berbalik arah dalam waktu yang akan datang. Sebagai agen properti, Theo melihat penurunan harga yang terjadi saat ini justru mendorong para investor untuk berinvestasi. Oleh karena itu,  penting untuk para agen dan developer untuk mengedukasi konsumennya bahwa properti merupakan bentuk investasi jangka panjang yang menjanjikan.

Hadirnya pandemi di sekitar kita telah mengubah cara kita menjalani hidup dan bekerja. Akan tetapi, dikutip dari Lukito, tidak ada sesuatu di dunia ini yang tidak berhenti berevolusi, sehingga meskipun saat ini pasar properti sedang lesu, keadaan ini akan kembali berevolusi dan menjadi lebih baik lagi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *