Menemukan Ikigai Melalui Passion ala Meryl Saragih

Meryl Rouli Saragih, anggota DPRD Sumatera Utara Fraksi PDIP, merupakan perempuan muda asal Medan yang giat menyerukan ‘ikigai’ melalui passion hidup. Ikigai adalah sebuah konsep dari Jepang yang memiliki arti ‘alasan untuk menjadi’ atau tujuan dalam hidup yang membuat hidup seseorang menjadi berharga. Ikigai juga sering disebut sebagai prinsip dari memiliki hidup yang bahagia dan mengatasi rutinitas sehari-hari.

Dara kelahiran 18 Mei 1990 ini, kerap menyebarkan ilmunya mengenai ikigai setiap kali ia melakukan edukasi pada masyarakat dan juga anak muda. Oleh karena itu, melalui Instagram Live Clapham Conversation, telah dibahas lebih lanjut mengenai pentingnya menemukan ikigai melalui passion, bersama Meryl Rouli Saragih dengan tema ‘Ms. Independent’. Siaran langsung ini juga dipandu oleh Sri Wahyuni dan Suvany Tjie selaku moderator dari Clapham Company.

“Menemukan tujuan hidup adalah sebuah perjalanan panjang. Untuk aku pribadi, aku berhasil menemukan Ikigai Ku ketika aku berusia 27 tahun.”

Sebagai wakil rakyat, Meryl mengaku telah melalui banyak sekali pengalaman pekerjaan yang membawanya hingga ke tahap saat ini. Untuknya, perjalanan panjang tersebutlah yang menuntunnya untuk menemukan ikigai dalam hidupnya. Menurut Meryl, semua pengalaman hidup yang ia lewati merupakan sebuah perjalanan yang perlu ia telusuri sebelum akhirnya menemukan tujuan hidupnya. Kepada Clapham,  ia mengatakan bahwa tujuan hidupnya adalah untuk memberikan dampak positif kepada orang lain dengan membangun komunitas yang ada. Sebelum terjun ke dunia politik, Meryl selalu memiliki ketertarikan yang besar terhadap gerakan kemanusiaan. Oleh karena itu ia berharap dengan ilmu yang ia miliki ia dapat mendorong masyarakat untuk menemukan dan mengembangkan potensi pribadinya.

Perempuan yang aktif di berbagai komunitas ini menjelaskan bahwa tujuan hidup memiliki arti yang berbeda dengan profesi yang seseorang punya. Baginya, tujuan hidup memiliki makna yang lebih tinggi dari profesi seseorang dan pemahaman tersebut perlu diketahui oleh semua orang. Meryl beralasan bahwa dalam roda yang terus berputar, akan ada masa bahwa pekerjaan bukanlah segalanya, dan ketika kita bertemu situasi tersebut, kita tidak boleh sampai kehilangan arah hidup. Akan tetapi, tidak semua orang dapat dengan mudah menemukan ikigai diri masing-masing dengan mudah. Oleh sebab itu, Meryl mengajak semua orang untuk menegaskan “commitment over feelings” yakni kesanggupan dimana seseorang harus berpegang teguh terhadap apa yang ia lakukan di hidupnya. Dalam menemukan ikigai, seseorang perlu mengetahui apa saja hal yang mereka sukai dalam hidup—salah satunya adalah passion. Selain itu, ia menyarankan untuk mengelilingi hidup kita dengan orang-orang yang membangun dan dapat menerima kita apa adanya.

Dalam meniti karirnya, Meryl tentu melewati banyak sekali asam dan garam dalam berpolitik yang tentu tak segan dapat membuatnya terpuruk. Membahas mengenai bagaimana seorang Meryl Saragih menghadapinya, ia menjawab dengan memberikan waktu khusus untuk dirinya sendiri. Bagi Meryl, me time sangat dibutuhkan dalam memberikan performa yang terbaik untuk masyarakat. Sebagai pecinta alam, Meryl memilih untuk pergi ke pantai atau naik gunung dalam melepaskan beban pikirannya dan recharge energinya. Selain itu, ia juga suka menuliskan perasaannya dalam sebuah tulisan atau catatan kecilnya. Menurut Meryl, energi negatif tidak dapat dihilangkan sepenuhnya, tetapi dapat diubah menjadi lebih baik. Sedangkan dalam mengimbangi pekerjaan dan kehidupannya sehari-hari Meryl memilih untuk menentukan skala prioritas setiap bentuknya, karena untuknya “if you want to kill the giant, make it small” yang artinya bila ingin melakukan sesuatu yang besar perlu dilakukan dengan fokus ke hal-hal penting terlebih dahulu.

Pernah menjadi Staf Khusus Wakil Menteri Luar Negeri dan seorang pengacara membuat Meryl selalu disibukan dengan berbagai kegiatan setiap harinya. Tak hanya itu, sebagai wakil rakyat, Meryl harus menghadapi banyaknya audiensi dan kritik dari masyarakat yang tidak ada hentinya. Oleh karena itu Meryl menegaskan bahwa memiliki tujuan hidup dapat membantunya untuk tetap semangat dan berjuang keras sepenuh hati. Seperti dikutip langung oleh Meryl “bloom wherever you are planted”, karena dimanapun seseorang berada, ia harus dapat bertahan dan menghasilkan yang terbaik dari yang ia lakukan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.