Indikator Lingkungan Kerja Fisik dan Lingkungan Kerja Non Fisik

Melihat Lebih Dalam Tentang Indikator Lingkungan Kerja

Indikator Lingkungan Kerja

Lingkungan kerja yang baik serta nyaman pastinya membuat karyawan bisa memberikan performa terbaik. Itu semua diatur oleh indikator lingkungan kerja. Banyak hal yang dibahas di dalam indikator lingkungan kerja yang wajib Anda ketahui.

Dunia pekerjaan tidak memiliki batasan. Banyak hal-hal yang terdapat di dalamnya dan juga terus berkembang sepanjang waktu. Salah satunya adalah peraturan. Ya, di dalam dunia pekerjaan, peraturan adalah bagian yang penting. Jika tidak ada peraturan, maka pekerjaan yang ada tidak akan bisa dilakukan dengan lancar dan tidak bisa dalam koridor yang seharusnya.

Salah satu cara agar pekerjaan bisa dilakukan dengan lancar adalah indikator lingkungan kerja. Apa itu indikator lingkungan kerja dan apa saja yang terdapat di dalamnya? Bagi yang ingin tahu lebih dalam tentang indikator lingkungan kerja, simak penjelasannya di bawah ini.

Definisi Indikator Lingkungan Kerja

Sesuai namanya, indikator lingkungan kerja adalah sebuah indikator dibuat untuk mengatur tentang apa saja yang biasanya ada di dalam lingkungan kerja. Dengan mengatur tentang hal tersebut, maka perusahaan harus bisa menyesuaikan setiap poin yang ada di dalam indikator lingkungan kerja sebaik mungkin agar bisa membuat lingkungan kerja menjadi lebih nyaman untuk ditempati oleh para karyawan. Ketika semuanya sudah dipenuhi dengan baik serta optimal, maka para karyawan pun juga bisa bekerja dengan performa yang oke juga.

Di dalam indikator lingkungan kerja, ada dua poin utama yang membagi hal ini, yaitu lingkungan kerja fisik dan lingkungan kerja non fisik. Di dalam lingkungan kerja fisik, ada poin-poin lainnya, yaitu penerangan/cahaya, temperatur/suhu udara, kelembaban, sirkulasi udara, kebisingan, getaran mekanis, bau tidak sedap, tata warna, musik, dekorasi, dan keamaan di tempat kerja. Sedangkan untuk lingkungan kerja non fisik, ada poin lainnya, yaitu hubungan sosial di tempat kerja antara bawahan dengan atasan dan juga hubungan di antara bawahan.

Secara garis besar, itulah pengertian tentang indikator lingkungan kerja yang perlu Anda ketahui, khususnya bagi para pelaku usaha atau pemilik perusahaan yang ingin memiliki lingkungan kerja yang berkualitas dan sesuai dengan koridor yang ada. 

Baca juga: Jenuh Dengan Pekerjaan Anda? Lakukan 7 Hal Ini

Lingkungan Kerja Fisik

Sebelum masuk lebih dalam tentang lingkungan kerja fisik, mari bahas definisinya terlebih dahulu. Lingkungan kerja fisik adalah kondisi di mana semua keadaan berbentuk fisik yang ada di dalam tempat kerja bisa mempengaruhi kinerja karyawan secara langsung atau tidak langsung. Dengan hal ini, maka lingkungan kerja fisik bisa terlihat secara keseluruhan yang mengelilingi atau mempengaruhi individu di dalamnya. Dengan penjelasan ini, maka terlihat jelas kalau lingkungan kerja fisik berfokus kepada benda-benda yang ada di sekitar karyawan saat bekerja di kantor. Dari benda-benda tersebut, maka bisa mempengaruhi para karyawan juga. 

Sekarang saatnya membahas masing-masing dari poin yang ada di dalam lingkungan kerja fisik. Di dalamnya terdapat:

 

  • Pewarnaan

 

Tidak dapat dipungkiri, warna yang ada di sebuah ruangan pasti mempengaruhi suasana di dalamnya. Demi bisa mendapatkan suasana yang tepat, maka penggunaan warna yang lembut di lingkungan kerja terbilang wajib, khususnya di bagian warna dinding ruang kerja.

 

  • Penerangan

 

Jika tidak ada penerangan yang mencukupi, maka suasana ruangan akan terlihat muram. Selain itu karyawan bisa terbawa suasana tersebut dan malah malas-malasan. Dengan kondisi itu, maka sebaiknya siapkan penerangan sebaik mungkin agar bisa membuat karyawan lebih optimal dalam bekerja.

 

  • Udara

 

Sirkulasi udara yang baik memang diperlukan agar bisa menunjang fisik karyawan. Selain itu, suhu udara di dalam ruangan juga harus diperhatikan. Jangan sampai terlalu panas ataupun terlalu dingin karena pastinya bisa mempengaruhi kinerja karyawan juga.

Baca juga: CoHive Tawarkan Tempat Nugas Super Nyaman di Jakarta Selatan

 

  • Suara bising

 

Jangan sampai ada suara bising yang bisa mengganggu para karyawan saat sedang bekerja. Karena itu, suasana tenang harus ditonjolkan di dalam ruangan. Gangguan suara bising dari luar ruangan pun juga bisa terjadi. Itulah yang harus diperhatikan oleh perusahaan dengan mengendalikan suara bising tersebut.

 

  • Ruang gerak

 

Karyawan harus bisa memiliki ruang gerak yang baik di ruangan kerja. Jangan sampai terlalu banyak ruang di dalam ruangan tersebut. Jika terlalu banyak, maka ruang gerak akan terbatas dan tidak dapat memberikan kenyamanan juga. 

 

  • Keamanan

 

Siapapun pastinya ingin mendapatkan rasa aman. Dengan hal ini, maka perlu petugas keamanan yang bekerja dengan baik. Selain itu, para karyawan juga harus bisa menjaga keamanan masing-masing juga. Kesadaran akan keamanan harus ada di dalam lingkungan tersebut. Jika tidak ada rasa aman, maka karyawan juga tidak akan nyaman dalam bekerja.

 

  • Kebersihan

 

Siapa yang suka dengan lingkungan kotor? Pastinya tidak ada. Hal inilah yang membuat kebersihan di lingkungan kerja harus dipenuhi. Dengan kebersihan yang ada, maka karyawan bisa merasa nyaman dalam bekerja.

Lingkungan Kerja Non Fisik

Lingkungan kerja non fisik adalah keadaan yang berkaitan dengan hubungan kerja di dalam perusahaan tersebut. Bisa dari hubungan atasan dengan bawahan. Bisa juga hubungan sesama rekan kerja, serta hubungan sesama bawahan. Tentu saja lingkungan kerja non fisik itu penting. Jika tidak ada lingkungan kerja non fisik yang baik, maka akan berpengaruh terhadap hubungan antar karyawan. Efeknya bisa terjadi saling bermusuhan hingga menjatuhkan sama lain. Pekerjaan pun juga tidak bisa dilakukan secara optimal juga.

Di dalam lingkungan kerja non fisik, ada beberapa aspek yang bisa mempengaruhi perilaku karyawan, seperti:

 

  • Tanggung jawab kerja

 

Dengan tanggung jawab kerja, maka karyawan tahu apa saja tanggung jawab mereka selama berada di dalam perusahaan. Dimulai dari tugas kerja, hasil kerja, hingga sikap yang mereka tampilkan di dalam.

 

  • Struktur kerja

 

Struktur kerja adalah pekerjaan yang diberikan kepada karyawan memang sudah berada di dalam struktur kerja serta organisasi yang baik. Dengan begitu, pekerjaan yang ada sudah sesuai dengan apa yang dibutuhkan perusahaan juga.

  • Kelancaran komunikasi

Komunikasi adalah bagian yang penting di dalam menjalankan pekerjaan. Dengan begitu, karyawan harus merasa ada komunikasi yang baik, lancar, serta terbuka di antara rekan kerja hingga atasan. 

Baca juga: 5 Cara Membangun Networking Startup Yang Tepat Untuk Founder Startup

  • Kerja sama antar kelompok

Karyawan harus merasa adanya kerja sama antar kelompok yang baik. Inilah yang membuat pekerjaan bisa dilakukan dengan lebih lancar dan mudah.

Indikator lingkungan kerja sebaiknya dipenuhi oleh seluruh perusahaan. Jika bisa dipenuhi, maka karyawan yang bekerja di dalamnya bisa nyaman bekerja dan bisa memberikan performa yang terbaik juga. Kedua belah pihak, dari pihak perusahaan dan karyawan, akhirnya bisa mendapatkan apa yang mereka butuhkan. Semoga informasi tentang indikator lingkungan kerja ini bermanfaat untuk Anda.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *