Kerjasama startup dan UKM hadapi pandemi COVID-19 | CoHive

Grab Venture Velocity Angkatan 3: Kerjasama startup dan UKM hadapi pandemi COVID-19

Pandemi Covid-19 memiliki dampak yang begitu besar pada berbagai sektor bisnis, salah satunya pada Usaha Kecil Menegah (UKM). Dalam menghadapi masa sulit ini, Grab melihat adanya peluang startup dalam membantu UKM mempertahankan bisnisnya. Oleh karena itu, Grab memilih lima startup untuk menjadi bagian dari Grab Ventures Velocity (GVV) Angkatan 3.

Usaha Kecil Menengah (UKM) adalah salah satu sektor yang terkena dampak terbesar dari pandemi COVID-19. Karenanya, memberi dukungan pada kelangsungan bisnis UKM di masa pandemi menjadi salah satu fokus pemerintah Indonesia saat ini, terutama untuk menjaga perekonomian tetap berjalan. Tak hanya pemerintah saja, dalam hal ini berbagai pihak termasuk startup bisa ambil bagian dalam membantu UKM bertahan. Misalnya, startup dapat memberikan solusi digital bagi UKM untuk mempertahankan bisnis mereka, dengan cara meningkatkan efisiensi bisnis dan mengurangi biaya, serta memudahkan operasi mereka. Dengan dukungan semacam ini, diharapkan ada dampak positif bagi UKM Indonesia.

Berangkat dari keprihatinan ini, Grab, everyday app memilih lima startup untuk menjadi bagian dari Grab Ventures Velocity (GVV) Angkatan 3. Dengan pandemi saat ini, sekitar 80% startup Asia yang disurvei terkena pengaruh negatif oleh pandemi tersebut. Sementara, ada 60% bisnis kuliner di Indonesia yang terpengaruh. Kondisi ini membuat GVV menyesuaikan fokusnya ke satu trek, “Dukungan pada Bisnis Kuliner” dari tema keseluruhan “Mengaktifkan Pengusaha Mikro”. Grab memilih startup yang paling cocok untuk mendukung operasional bisnis kuliner dan membantu mereka mempertahankan bisnis dengan teknologi. Empat startup berasal dari Indonesia (Luna POS, KliknClean, Printerous, dan GetCraft), dan satu startup berkantor pusat di Singapura (Workmate) dengan Indonesia sebagai pasar utama. Mereka adalah para ahli di berbagai sektor seperti manajemen kas, solusi kebersihan, branding, pemasaran, dan solusi tenaga kerja yang akan bermanfaat dalam mendukung UKM di Indonesia ke depan

Pengumuman GVV Batch 3 dilakukan melalui platform online Zoom, dihadiri oleh figur penting pemerintah seperti Teten Masduki, Menteri Koperasi dan Usaha Kecil Menengah, Johnny G. Plate, Menteri Komunikasi dan Informatika, Republik Indonesia. Keduanya mendukung program yang akan mendukung usaha kecil dan menengah yang terkena dampak pandemi COVID-19.

Johnny G. Plate, Menteri Komunikasi dan Informatika, Republik Indonesia mengatakan, “Pandemi ini telah memberikan berbagai macam tantangan bagi masyarakat termasuk para pelaku bisnis UMKM dan startup di Indonesia. Di saat bersamaan, kondisi ini juga menjadi peluang bagi UMKM dan startup untuk berinovasi dan mencari terobosan baru. Oleh karena itu, Grab Ventures Velocity Angkatan 3 dapat membantu para startup terpilih untuk melayani berbagai jenis bisnis termasuk bisnis kuliner lebih luas lagi. Program-program semacam ini tentu dapat mendukung penguatan ekosistem ekonomi digital, terutama di masa “the new normal” akibat pandemi. Saya juga menitip pesan kuat untuk Grab Venture Velocity angkatan 3 ini, segera bergerak bersama Gerakan nasional “Bangga Buatan Indonesia” untuk mendukung UMKM/UMI menjadi soko guru ekonomi rakyat yang tangguh”.

Pemerintah sendiri telah memfokuskan pada sektor UKM dan startup di tengah pandemi ini. Kementerian Keuangan juga mencatat bahwa bisnis kuliner adalah salah satu sektor yang sangat terpengaruh oleh pandemi ini. Oleh karena itu, Kementerian Koperasi dan UKM juga mendorong digitalisasi untuk UKM sehingga mereka dapat beradaptasi dengan kebutuhan pasar di tengah pandemi.

CoHive yang juga mengambil bagian dalam kolaborasi ini sebagai venue partner percaya bahwa perusahaan startup harus ikut membantu UMKM dalam situasi ini. CoHive sebagai ruang kerja bersama telah membantu para member baik startup maupun UKM yang perlu berada di kantor selama pandemi. Sebagai perusahaan ruang kerja dan platform komunitas coworking terbesar di Indonesia, CoHive bertujuan untuk menjadi ruang kerja yang aman dan sehat yang memungkinkan startup serta usaha kecil dan menengah – UKM terus tumbuh. Saat ini, CoHive memiliki lebih dari 10.000 anggota individu yang bekerja dari 36 lokasi di Jakarta & Tangerang, Medan, Yogyakarta, dan Surabaya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *