Clapham Untuk Medan yang Lebih Baik

Christopher Angkasa, atau yang lebih akrab dipanggil Chris adalah seorang investor, penulis, dan founder dari Clapham Company. Clapham Company itu sendiri adalah sebuah perusahaan coworking space yang dibangun untuk mendukung komunitas wirausaha dan kreatif di Medan. Nama Clapham dipilih sebagai penghormatan terhadap Clapham Sect, yaitu kelompok yang berperan penting dalam memberantas perbudakan modern di Inggris. Dari situ dapat diketahui bahwa Clapham Company yang dibangun pada tahun 2015 ini berambisi untuk membuat Medan menjadi  lebih baik.

Lahir dan besar di Medan membuat Chris paham betul apa yang dibutuhkan oleh kota kelahirannya tersebut. Untuk itu, ia melancong ke Amerika Serikat dan Inggris untuk memupuk ilmu yang dibutuhkan sebelum kembali dan membangun kampung halamannya. Dalam tema “A Dream for a Better Medan” (Sebuah Mimpi untuk Medan yang Lebih Baik), Chris berbicara mengenai kiat yang ia lakukan dalam menghidupkan mimpinya melalui sebuah obrolan menarik yang diselenggarakan oleh Clapham Conversation dan dimoderatori oleh Nathan Lie dari Clapham Company.

Clapham dibangun dengan tujuan untuk membangun Medan sebagai kota yang lebih baik. Tujuan tersebut dilakukan dengan membangun rasa tenggang rasa atas perbedaan pada setiap pekerjaan. Selain itu, Chris berusaha untuk terus menantang status quo demi mendorong potensi orang-orang di Medan.

“Saya ingin orang-orang dapat mengembangkan jaringannya, untuk itu saya kerap mengundang banyak network saya untuk bertukar pikiran ke Medan.”

Menurut Chris, hadirnya Clapham di Medan didorong oleh banyaknya keluhan yang ia lihat mengenai kota tersebut. Namun setelah Ia telusuri, keluhan tersebut berasal dari adanya rasa apatisme diantara warganya. Chris menilai bahwa rasa apatisme ini muncul dari adanya perselisihan budaya dan rasisme. Sayangnya, kedua hal tersebut masih sangat kental di pelbagai industri di Medan. Berlatar belakang hal tersebut, Chris mendasari perusahaannya dengan logo rantai terputus karena ia ingin Clapham menjadi tempat untuk menyudahi perselisihan tersebut dan mendorong warga Medan untuk menjadi lebih baik, dan itulah yang membuat Clapham memiliki budaya yang istimewa dibandingkan perusahaan lainnya.

Meskipun sempat meninggalkan Indonesia untuk menimba ilmu di Amerika Serikat dan Inggris, Chris selalu tahu bahwa Medan akan selalu ada untuk menyambutnya kembali. Oleh sebab itu, setelah mengantongi ilmu yang ia dapat dari pendidikannya dan pengalamannya bekerja di Singapura setelah ia lulus, ia kembali ke Medan. Sekembalinya ke Medan, ia melihat banyak hal yang dapat ditingkatkan, salah satunya adalah kolaborasi. Menurut Chris, perilaku paling mencolok dari warga medan adalah rasa kompetitif dan ambisinya. Akan tetapi, kedua sifat tersebut membuat para pelaku bisnis cenderung menjadi individualis dan pelit akan ilmu. Hal tersebut sangat disayangkan oleh Chris, karena salah satu hal terpenting dalam membangun sebuah bisnis adalah koneksi dan ilmu pengetahuan. Oleh karena itu, dengan Clapham ia ingin menekankan pentingnya kolaborasi dan spirit of sharing untuk saling membangun satu sama lain. Untuk itu, Chris kerap menggelar berbagai acara di Clapham yang ditujukan untuk mengumpulkan orang-orang yang ahli pada bidangnya dan ingin berbagi ilmu pengetahuan kepada yang lain.

Baca juga: CoHive Clapham Medan: Solusi Ruang Kerja Minimalis untuk Hasil yang Produktif

“Daripada bersaing dalam lingkungan yang negatif, kenapa kita tidak kolaborasi untuk menjadi lebih baik? Toh ilmu pengetahuan tidak akan habis bila dibagikan dengan yang lain.” Menghadirkan Clapham sebagai wadah untuk belajar, kolaborasi, dan membangun jaringan, Chris ingin perusahaannya dapat menumbuhkan prinsip kolaborasi, berbagi pengetahuan, membangun budaya belajar, dan memberikan hasil yang bermanfaat untuk sekitar.

Dalam membangun perusahaan yang bertujuan untuk membuat perubahan di sebuah kota besar tentu bukanlah hal yang mudah. Sebagai founder, Chris tentu menghadapi begitu banyak tantangan yang perlu ia lewati, salah satunya adalah ruang lingkup yang jauh lebih besar dari ekspektasinya. Melihat hal ini, Chris dan tim sadar perlunya perubahan strategi dalam membesarkan perusahaannya, yaitu dengan menjadikan perusahaannya sebagai sebuah pergerakan sosial yang dapat menginspirasi orang lain. Dalam membangun Clapham, Chris memiliki mindset utama yakni, perusahaan harus dapat lebih besar dari foundernya dengan visi misi yang jelas. Untuknya, perusahaan yang baik adalah tempat dimana pekerjanya dapat bekerja mencintai apa yang mereka lakukan dan dapat memberikan manfaat pada komunitas di sekitarnya.

Untuk mewujudkan begitu banyak mimpinya di Medan, Chris yakin akan pentingnya memiliki sebuah keyakinan dalam hidup. Ia percaya dengan memiliki conviction, orang akan dapat menjalani hidupnya dengan sebuah arahan yang pasti. Baginya, ia percaya bahwa setiap kehidupan memiliki maknanya sendiri, seperti dirinya di setiap fase hidupnya. Oleh karena itu, ia menjawab bahwa memiliki keyakinan adalah alasan paling mendasar untuknya berani menjalani hidup semaksimal mungkin.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *