Peran Program akselerasi Untuk Startup

Program akselerasi adalah program yang diadakan untuk memfasilitasi startup dalam mengembangkan bisnisnya. Program akselerasi memiliki peran yang besar dalam memberdayakan suatu startup, karena program tersebut menawarkan sesi mentoring intensif dengan para ahli, workshop, dan jaringan.

Untuk membahas lebih lanjut bagaimana program akselerasi dapat mendorong kemajuan startup, CoHive mengadakan sebuah diskusi menarik berjudul “Level Up Your Startup Through Accelerator Program” (Tingkatkan Startupmu Melalui Program akselerasi). Turut mengundang Eko Seno Prianto, GM Business Incubation Telkomsel dan Febi Agil Ifdilah, Co-Founder dan CEO Neurafarm. Diskusi ini dimoderatori oleh Benard Poernomo Lead Customer Acquisition dan Partnership CoHive.

“Kegagalan adalah sebuah hal yang sangat identik dengan startup.” Sebut Eko dalam membuka sesinya pada CoLearn kali ini. Tambahnya, startup merupakan sebuah bisnis dengan tingkat kegagalan yang cukup tinggi bahkan dengan bantuan atau investasi dari venture capital. Umumnya, kegagalan terjadi pada dua tahun pertama (pada fase pendanaan awal) dan disebabkan oleh tiga faktor; tidak cocok dengan pasar, masalah internal, dan masalah keuangan.

Untuk menghindari ketiga faktor tersebut, kehadiran mentor sangat diperlukan, yakni untuk memberikan nasihat dan arahan pada para startup. Nasihat dan edukasi adalah kedua hal yang sangat dibutuhkan dalam membangun startup, dan penting untuk dipahami oleh para founder startup. Kebanyakan dari founder startup adalah mereka yang datang dengan ambisi, namun masih kurang akan amunisi, khususnya dari segi pengalaman dalam membangun dan memimpin perusahaan. Eko menegaskan bahwa pada fase awal startup, peran mentor sangat besar dalam membantu para founder menata rencana pengemabangan bisnis mereka. Selain mentor, startup juga membutuhkan banyak ilmu melalui workshop dan bootcamp. Program-program ini selain bertujuan untuk mengembangkan strategi bisnis, strategi marketing, dan menyusun KPI (key performance indicator), tetapi juga mendorong para founder startup untuk meluaskan jaringan mereka masing-masing.

Baca juga: What are the Differences Between Incubation and Acceleration Programs

Tempat terbaik untuk mendapatkan akses ke mentor mengenai teknis berbisnis, dan aspek industrial, juga kesempatan untuk mengenyam pendidikan melalui workshop dan bootcamp adalah dengan bergabung dengan program akselerasi. Salah satu program akselerasi yang bergerak untuk meretas isu-isu startup adalah Tinc (Telkomsel Innovation Center). Lahir dibawah naungan PT Telkomsel, Tinc memiliki banyak aset unik yang dapat dimanfaatkan oleh startup, khususnya dalam hal mentoring, akses market (160 juta pelanggan Telkomsel di seluruh Indonesia), ekosistem digital (testing laboratorium, sandboxing platform,dan development kits), dan akses ke fasilitas pengembangan bisnis. Sejak didirikan pada tahun 2018, Tinc telah ikut berpartisipasi dalam mengembangkan 19 startup lokal dari beragam bidang, salah satunya agrikultur.

Neurafarm adalah salah satu startup di bidang agrikultur yang ikut tergabung pada program akselerasi oleh Tinc. Sebagai startup dengan mimpi yang besar, Febi sadar betapa pentingnya ilmu yang dapat diperoleh dengan bergabung dengan Tinc.

“Membangun startup membutuhkan sebuah komitmen yang panjang, dan startup sendiri adalah sebuah permainan yang tidak terbatas. Oleh sebab itu, untuk dapat melewati perjalanan tersebut startup membutuhkan banyak bantuan dari sekitar. Khususnya, untuk menghidupi ide-ide yang ada dan menentukan gol ke depannya”. Jelas Febi mengenai pandangannya terhadap peran program akselerasi untuk startupnya, Neurafarm.

Sebagai seorang founder, Febi mengakui bahwa perjalanannya membawa Neurafarm ke tempatnya saat ini sangat sulit dan cara yang tepat untuk melewati semua rintangan yang ada ialah dengan berada di tempat yang tepat. Menurutnya, founder perlu berada di sebuah lingkungan yang dapat mendukungnya dalam mengembangkan perusahaannya, dan tempat yang cocok adalah program akselerasi.

Bergabung dengan Tinc telah membawa Febi dan Neurafram ke ekosistem startup yang baik.  Febi mengakui bahwa ia bertemu dengan banyak mentor yang telah membantunya melihat jauh ke depan mengenai produk dan bisnisnya, sehingga ia dapat mengembangkan perusahaannya menjadi lebih baik. Keuntungan lain yang ia dapat dengan mengikuti program akselerasi Tinc adalah adanya akses yang luas untuk menjangkau target market di seluruh Indonesia. Tinc telah membantunya dan Neurafarm untuk dapat berkembang, mendapatkan funding, dan memperluas jaringannya. Oleh sebab itu sebagai founder Febi merekomendasikan program akselerasi bagi para startup yang ingin mengembangkan bisnisnya. 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.