Langkah Terbaik dalam Membangun Employer Branding

Dewasa ini, persaingan dunia kerja tidak hanya terjadi pada para pencari kerja, tetapi juga diantara para employer. Perusahaan kini perlu ikut bersaing dalam mendapatkan calon pekerja yang unggul. Oleh karena itu, perusahaan perlu mengambil langkah dalam membangun employer branding. Employer branding adalah sebuah proses yang dilakukan untuk mempromosikan perusahaan dalam merekrut calon pekerja dan mempertahankan pekerja yang ada. Employer brand menggambarkan citra perusahaan sebagai tempat bekerja dan mempertahankan nilai karyawan yang ada.

Tidak dapat dipungkiri bahwa perusahaan membutuhkan karyawan yang berbakat dan terampil untuk dapat menjaga laju bisnisnya. Untuk itu, citra sebuah perusahaan menjadi sangat penting dalam menarik dan mempertahankan potensi unggul lainnya untuk bekerja di perusahaan. Membahas lebih lanjut mengenai employer branding, CoHive menggelar webinar CoLearn Online dengan judul Building Strong Employer Branding (Membangun Employer Branding yang Kuat). Bekerjasama dengan Glints—sebuah perusahaan pengembangan karier di Indonesia, diskusi ini turut mengundang Samuel Ray, seorang praktisi HRD di DBS Bank, penulis, dan juga content creator yang aktif melakukan edukasi dibidang Human Resources. Diskusi ini dibuka oleh Safira selaku Project Manager dari Glints, dan dimoderatori oleh Johanna Renita Hadipraja selaku employer untuk unicorn startup, Tokopedia.

Dengan berkembangnya teknologi, semua orang dapat dengan mudah mendapatkan informasi lowongan pekerjaan. Hal ini menyebabkan perusahaan perlu memikirkan cara efisien untuk dapat terlihat menonjol dari yang lain, berikut adalah langkah-langkah terbaik dalam membangun employer branding:

  • Satukan pikiran dan strategi dengan divisi terkait

Sumber daya manusia atau man power menjadi kekuatan utama dalam merancang employer branding perusahaan. Untuk membuat rencana employer branding, perusahaan tidak hanya memerlukan masukan dari divisi human resources (HR), tetapi juga dengan divisi marketing, sales, dan communication corporate. Menurut Samuel, hal pertama yang perlu dilakukan adalah diskusi lintas divisi untuk merumuskan hal-hal yang ingin difokuskan dalam employer branding tersebut. Penting hal nya untuk semua stakeholder memiliki pemahaman yang sama sebelum mengaktivasi rencana ke depannya.

  • Tentukan target perusahaan

Berangkat dari manpower, perusahaan perlu menentukan target yang diinginkan pada tahun tersebut. Target dapat dilihat dari jumlah karyawan, divisi mana saja yang memerlukan tambahan pekerja, dan tujuan perusahaan tersebut. Dalam menentukan target, HR perlu merumuskannya terlebih dahulu dengan tim analisis perusahaan untuk melihat laju pertumbuhan perusahaan secara lebih rinci. Dengan hasil analisis yang tepat tim employer branding dapat menentukan target calon pekerja dengan lebih jelas dan terstruktur.

Selain menentukan jumlah karyawan dan divisi yang memerlukan anggota baru, konsep secara teknis juga perlu dipersiapkan dengan matang. Dalam membahas konsep teknis, anggaran dana dan medium yang akan digunakan juga perlu diperhatikan. Menurut Samuel, dewasa ini media digital adalah platform yang paling efektif dalam melakukan employer branding. Terlepas dari  biaya yang terjangkau, dengan medium digital, sebuah perusahaan dapat membentuk kesan pertama yang menarik pada calon pekerja.

  • Tetap pada visi misi perusahaan

Meskipun citra perusahaan di media digital dapat menarik calon pekerja, perusahaan tetap harus berpegangan dengan visi dan misi nya. Hal yang paling efektif dalam membangun employer branding adalah dengan melandaskan nilai dan visi misi perusahaan itu sendiri. Samuel menekankan, bila suatu perusahaan terlalu mengedepankan keunggulannya, secara segi komunikasi dapat terlihat mengada-ngada dan kurang dapat dipercaya. Akan tetapi, dengan menggunakan strategi komunikasi yang terstruktur, employer branding dapat menjadi lebih menarik untuk para pencari kerja.

Dengan employer branding yang baik, perusahaan dapat meningkatkan recruitment success rate dengan kandidat yang unggul dan potensial, juga mempertahankan pekerja-pekerja kompeten agar terus memberikan performa terbaik mereka pada perusahaan. Untuk itu, perlu diterapkan langkah terbaik dalam membangun employer branding.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.