Berniat Berbisnis? Berikut 5 Cara Jitu Membuat Startup!

Cara Membuat Startup

Membuat bisnis sendiri memberikan banyak kelebihan, dari fleksibilitas waktu, kebebasan mengatur bisnis hingga profit yang dinikmati sendiri. Jika bingung ingin memulai jenis bisnis seperti apa, tidak ada salahnya mencoba mendirikan Startup. Jadi, Startup adalah bisnis online yang bergerak di berbagai bidang, seperti penyedia konten informasi, jasa hingga portal jual beli. Cara membuat Startup juga sebenarnya tidak sulit, kok.

Satu hal yang perlu diingat adalah semua bisnis membutuhkan waktu untuk berkembang. Jangan berharap dalam waktu beberapa bulan saja perusahaan yang dibangun tersebut sudah memberikan profit menggiurkan. Nah, agar perjalananmu merintis bisnis ini lebih lancar dan relatif bebas hambatan yuk, simak tips membangun Startup berikut ini:

Tips Membangun Startup

Tidak ada bisnis yang mudah apalagi jika baru saja dirintis. Terlepas dari segala rintangan yang mungkin menghampiri kamu harus membulatkan tekad supaya dapat terus maju dan berkembang. Beberapa contoh Startup di Indonesia awalnya banyak diragukan masyarakat. Tapi makin ke sini, perkembangan mereka luar biasa hingga dielu-elukan senatero negara. Yuk, singsingkan lengan baju dan mulai bisnismu dengan melakukan hal-hal di bawah ini.

1. Kembangkan Ide Dasar

Langkah pertama yang wajib dibuat adalah mengembangkan ide dasar. Namanya membuat bisnis atau perusahaan sendiri, kamu harus kreatif dan tahu apa yang jadi keinginanmu. Misalnya saja kamu punya passion dalam bidang fesyen maka kembangkan kecintaan tersebut menjadi sebuah rancangan sistem yang nantinya akan bertumbuh seiring berjalannya waktu.

Sejak awal kamu bisa menentukan lini fesyen apa yang ingin ditekuni. Busana muslimah, anak muda, sportwear, atau yang lain. Kemudian, kamu dapat mulai memikirkan ciri khas dari bisnismu nantinya yang menunjukkan jati dirimu sebagai pemilik usaha. Untuk urusan ini, mungkin kamu perlu berkonsultasi dengan rekan yang sudah menjalankan bisnisnya sendiri agar dapat menuangkan ide tersebut menjadi gagasan yang lebih konkret. Semakin banyak belajar dari “senior”, semakin banyak pula keahlian yang kamu dapatkan.

2. Rekrut Orang yang Tepat

Perlu disadari bahwa bisnis Startup adalah sebuah sistem yang melibatkan banyak orang dengan bidang berbeda-beda. Artinya, kamu tidak dapat bergerak sendiri jika ingin bisnismu ini matang dan berjalan seperti impianmu. Untuk itulah kamu perlu merekrut orang yang tepat yang kamu butuhkan untuk mengembangkan usaha tersebut.

Bagaimana bisa saya menemukan orang yang tepat untuk membantu mendirikan bisnis ini? Caranya adalah dengan memperluas jaringan yang kamu punya. Entah teman sekolah, mantan kolega atau siapapun, semua dapat menjadi kandidat potensial dalam mengembangkan bisnis Startup yang direncanakan. Ini juga yang menjadi alasan kenapa pebisnis harus memiliki jaringan pertemanan yang luas karena di satu titik kamu pasti membutuhkan orang lain dengan kemampuan dan impian yang sama.

Baca Juga: Mengenal Istilah Outing dan Rekomendasi Tempat Outing

3. Bangun Model Bisnis yang Tepat

Untuk kamu yang sudah lihai dalam berbisnis, menemukan model bisnis yang tepat mungkin bukan masalah besar. Kamu sudah terbiasa melihat pola pasar dan tren yang ada di luar sana sehingga dapat dengan mudah menyimpulkan dan menentukan model bisnis yang ingin dijalankan. Nah, jika kebetulan kamu adalah pemain baru maka ada baiknya sering berkonsultasi dengan kawan atau siapapun yang sudah terjun lebih dulu di bidang tersebut.

Perlu diingat bahwa setiap model bisnis yang kamu pilih nantinya memiliki sisi positif dan negatif. Itu artinya, selain menentukan model usaha kamu juga harus siap dengan backup plan untuk mengatasi kekurangan dari konsep bisnis tersebut. Dengan memiliki skenario cadangan kamu tidak akan mudah kaget atau gentar ketika kekurangan dari model bisnis yang dipilih mengakibatkan masalah di kemudian hari.

4. Temukan Investor

Dan langkah terakhir, yang juga paling penting, adalah menemukan investor yang sevisi dengan kamu. Tidak dapat dipungkiri bahwa menggunakan dana sendiri merupakan opsi paling aman dan nyaman ketika membuat bisnis, termasuk Startup. Namun, apakah kamu harus menunggu untuk jadi Sultan dulu baru memulai usaha yang jadi mimpimu? Tentu saja tidak karena yang ada kamu justru kehilangan momen potensial dan berharga.

Jika memang ingin mengembangkan usaha namun budget terbatas dan tidak bisa menutup semuanya maka carilah investor. Jika ingin model investasi yang terstruktur kamu bisa mengajukan ke bank tertentu. Namun, model investasi ini kadang bikin ketar-ketir karena kamu jadi memiliki hutang bahkan di awal usaha yang sangat mungkin menjadi bumerang. Alternatifnya, kamu dapat mengajukan proposal ke kenalan atau lembaga yang tertarik dengan bidang bisnismu.

Supaya memiliki lebih banyak teman baik individu maupun instansi, lagi-lagi kuncinya adalah memiliki jaringan yang luas. Meskipun kamu orang yang tertutup atau pemalu, paksa dirimu untuk keluar dari zona nyaman dan bergaullah dengan siapapun. Kamu tidak pernah tahu dari mana investor bisnismu nanti berasal jadi lapangkanlah pintu kemungkinan tersebut.

Contoh Startup Sukses di Indonesia

Tadi kamu sudah membaca tentang tips supaya dapat membangun usaha Startup-mu sendiri dengan lebih mudah. Supaya lebih semangat, kamu juga perlu tahu bahwa di tanah air ada contoh Startup yang sukses besar. Harapannya kamu akan terinspirasi dengan semangat juang mereka sehingga tidak patah arang ketika ada halangan menghadang.

1. Hijup

Nama Hijup sudah cukup lama malang melintang di industri e-commerce fashion tanah air. Menariknya, perusahaan startup yang didirikan tahun 2011 yang lalu oleh Diajeng Lestari ini merupakan online mall Muslimah wear pertama di dunia dan benar-benar asli Indonesia. Hal ini tentunya membanggakan karena jarang lho, karya anak bangsa sampai menembus pasar global dimana konsumen Hijup sendiri memang berasal dari berbagai negara.

Hijup merupakan jembatan antara konsumen dan desainer tanah air yang berkiprah di industri fashion namun kesulitan mencari pasar. Di sinilah letak pentingnya membangun jaringan karena Diajeng Lestari sendiri, menurut sejarahnya, bergabung ke suatu komunitas hijaber di Jakarta sehingga dia punya koneksi yang luas baik untuk mencari penjual maupun memasarkan usahanya. Dengan kemauan dan usaha yang dilakukan, Hijup yang dulunya hanya memiliki 2 karyawan saja sekarang jumlahnya bertambah hingga 200an orang. Keren, kan?

2. Bananas

Bananas adalah Startup quick commerce yang baru saja hadir di Indonesia, utamanya Jakarta. Berbeda dengan perusahaan Startup lainnya yang menggunakan sistem e-commerce atau portal belanja online yang membutuhkan waktu agar barang yang dipesan sampai, Bananas menerapkan sistem quick commerce. Sistem ini memungkinkan pengguna untuk memesan barang yang akan langsung direspon dan dikirimkan ke alamat dalam waktu singkat, di hari yang sama. Penggunaan model bisnis ini cocok sekali untuk Bananas karena sektor yang dipilihnya adalah belanja kebutuhan sehari-hari yang pastinya harus segar saat diterima oleh pembeli.

Salah satu hal yang menarik dari Bananas adalah sekarang mereka menghadirkan layanan 24 jam sehingga pembeli dapat mengakses dan berbelanja kapanpun membutuhkan. Dengan cakupan lokasi pengantaran yang semakin luas, pasar Bananas Indonesia juga semakin besar. Bukan tidak mungkin beberapa tahun yang akan datang Bananas bukan hanya berada di lingkup Jakarta saja namun juga ke kota besar lainnya.

Baca Juga: 10 Keunggulan Bekerja Dalam Collaborative Coworking Space

3. Gojek

Ini dia Startup yang dapat dibilang paling sukses dan menjadi pionir di tanah air. Seperti yang kamu tahu, Gojek didirikan oleh Nadiem Makarim yang saat ini menjabat sebagai salah satu menteri. Dulunya, banyak yang mencibir usaha Startup ini karena dinilai sulit dilakukan. Belum lagi adanya persaingan antar armada transportasi lama dengan ojek online di bawah naungan Gojek yang seakan hendak meruntuhkan bisnis tersebut.

Tapi ternyata, seiring berjalannya waktu Gojek semakin berkembang dan mampu membuka lapangan pekerjaan seluas-luasnya untuk siapa saja yang memiliki kendaraan pribadi. Pembagian profit yang menguntungkan kedua belah pihak membuat Gojek diminati banyak mitra di berbagai kota di Indonesia.

Jadi semakin semangat untuk membuka bisnis Startup-mu sendiri, kan? Persiapkan mental, sumber daya manusia, dana dan semua yang dibutuhkan agar usahamu ini dapat berdiri dan berjalan dengan lancar. CoHive dapat membantumu untuk menyiapkan kantor strategis yang mampu untuk memperluas relasi bisnis Startup-mu! Kunjungi CoHive sekarang juga.

CTA Private Office

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.