Apa Itu MLM (Multi Level Marketing)? Berikut Cara Kerjanya

multi level marketing

Multi Level Marketing bukanlah cara pemasaran baru, melainkan sudah mulai populer sejak tahu 1920 – 1930-an di Amerika Serikat. Istilah MLM merujuk pada strategi bisnis yang mengarah pada penjualan langsung. Yang dijual seringkali berupa produk, tapi sebenarnya bisa juga jasa. MLM mendukung anggotanya untuk mempromosikan dan menjual produk atau jasa ke orang lain. Dengan begitu mereka bisa merekrut anggota baru ke dalam bisnis. Supaya lebih jelas, simak info tentang cara bisnis MLM di bawah ini.

Apa Itu Bisnis MLM

Sebenarnya apa itu MLM dan bagaimana cara kerjanya? Bisnis MLM adalah strategi pemasaran yang sah, biasanya digunakan oleh usaha yang mengandalkan penjualan produk untuk menghasilkan pemasukan.Anggota yang bisa merekrut anggota orang baru akan mendapat beberapa persen dari penjualan orang yang direkrutnya.

Biasanya perekrut disebut sebagai distributor. Anggota yang direkrut pun akan menjadi jaringannya, yang disebut sebagai downline. Tiap kali downline berhasil menghasilkan penjualan, maka distributor akan mendapat bagian yang telah ditentukan sejak awal.

Bagaimana Cara Kerja MLM

Memang selalu menarik saat membicarakan cara kerja bisnis MLM. Ada banyak usaha MLM yang legal, karena itu bisa berkembang luas hingga di tingkat internasional. Tak sedikit orang yang tertarik untuk jadi bagian MLM karena bisa mendapat keuntungan yang sangat besar. Agar bisa berhasil, memang perlu mempelajari cara kerjanya. Kalau kamu tertarik, ini dia beberapa langkah cara kerja MLM.

Mencari Sponsor dari Seorang Distributor Perusahaan MLM 

Ingin masuk ke perusahaan MLM tertentu tapi tak punya modal yang cukup? Tak perlu kuatir, karena MLM bekerja secara jaringan. Jadi langkah pertama yang harus dilakukan adalah mencari sponsor terlebih dahulu. Sponsor adalah mereka yang sudah lebih dulu bergabung di MLM tersebut. Jadi mereka akan bertindak sebagai distributor kita.

Kalau sudah ada distributor, maka kita akan menjadi downline mereka. Di tahap ini, tugas kita cukup membantu menjualkan berbagai produk atau jasa yang ditawarkan perusahaan. Kalau bisa, kita juga sebaiknya merekrut orang baru. Tapi sebaiknya fokus saja pada penjualan awal.

Baca Juga: Pengertian dan Keuntungan Menyewa Office Workspace

Bayar Uang Pendaftaran atau Uang Pangkal

Untuk jadi anggota bisnis MLM memang ada uang pendaftaran atau uang pangkal. Jumlahnya beragam di tiap perusahaan, yang pasti sudah ditentukan sejak awal oleh perusahaan masing-masing. Anggota baru juga harus mengisi formulir terlebih dahulu sambil menyerahkan uang pangkal tersebut. Uang pangkal akan diserahkan ke stockist atau pemasok yang terdekat lokasinya.

Jika sudah mengisi formulir dan membayar, maka kita sudah resmi menjadi anggota MLM dan menjadi distributor resmi. Biasanya kita akan mendapat kartu anggota, buku pedoman, brosur perusahaan, info lengkap produk, majalah atau selebaran berkala.

Bahkan distributor juga mendapatkan contoh produk, bisa untuk dipakai sendiri untuk memahami produknya atau untuk produk contoh saat berjualan. Lalu ada formulir pemesanan untuk calon pembeli. Tak lupa, pastinya anggota baru akan diberi kiat-kiat dalam memasarkan produk.

Tanda Tangan Suatu Kontrak atau Perjanjian yang Mengikat Hubungan Erat Antara Distributor dan Perusahaan

Setiap anggota atau distributor MLM harus patuh pada semua peraturan usaha MLM yang diikuti. Karena itu, untuk semakin terjalin hubungan erat yang mengikat antara distributor dengan perusahaan, perlu adanya tanda tangan kontrak. Adanya kontrak akan memberikan tanggung jawab lebih bagi distributor baru.

Bukan hanya distributor saja yang memiliki kewajiban. Perusahaan MLM pun juga harus memenuhi tanggung jawab dan kewajiban yang sudah tertulis dalam kontrak dengan baik. Di antaranya menyediakan produk yang diminta distributor. Selain itu, perusahaan juga harus memberi bonus serta komisi sesuai dengan yang dijanjikan.

Di dalam kontra juga biasanya tercantum bahwa distributor berhak mendapatkan harga yang berbeda saat membeli produk atau jasa. Dengan kata lain, berlaku harga grosir untuk distributor. Tentu saja harga grosir lebih rendah dibandingkan harga jual ke pembeli yang bukan anggota MLM.

Aktivitas Penjualan Produk dengan Metode Pemasaran yang Bebas

Setelah ketiga hal di atas sudah dilakukan, maka distributor bisa langsung praktik memasarkan produk. Distributor bisa terjun ke pasar dengan bebas, menggunakan berbagai metode pemasaran yang baik. Seperti sudah disinggung, metode pemasaran ini juga akan diajarkan kepada distributor baru. Tapi distributor diperbolehkan menggunakan metode lain, jika memang dirasa bisa berdampak lebih baik.

Beberapa metode yang biasa dilakukan oleh distributor MLM adalah personal selling. Artinya distributor akan bertemu langsung dengan calon pembeli. Cara kerja MLM ini bisa dilakukan satu lawan satu. Banyak juga distributor MLM yang masuk ke satu komunitas dan meminta waktu khusus untuk memasarkan produk atau jasanya. Dengan begitu, jangkauan calon pembelinya lebih besar.

Baik menjual pada satu calon pembeli atau satu komunitas besar, pada dasarnya caranya sama. Distributor harus melakukan penjelasan produk. Kalau dalam skala besar, bentuknya jadi seperti presentasi. Selama proses ini, distributor harus menjelaskan dengan sabar dan sejelas mungkin. Apa produk atau jasa yang ditawarkan, apa manfaat dan keunggulannya.

Selain menjelaskan produk, saat presentasi seperti ini adalah saat yang tepat untuk memasarkan mengenai bisnis MLM itu sendiri. Jelaskan apa menariknya bisnis MLM, apa saja yang bisa didapat, dan hal lain yang mampu membuat pendengarnya tertarik untuk bergabung. Siapa tahu dari presentasi semacam ini distributor jadi mendapatkan beberapa downline sekaligus.

Baca Juga: 5 Manfaat Organisasi Dalam Dunia Kerja

Mengembangkan Jaringan Seluas Mungkin

Kemampuan berkomunikasi dan mengontrol emosi sangat dibutuhkan dalam bisnis MLM. Distributor MLM yang sukses biasanya mampu menjalin hubungan dengan siapa saja, berbagai karakter orang tidak akan jadi masalah. Karena itu, para distributor ini bisa mengenal berbagai individu dan bahkan masuk ke dalam satu komunitas baik yang skalanya kecil maupun besar.

Kemampuan berkomunikasi sangat penting untuk mengembangkan jaringan seluas-luasnya. Karena semakin besar jaringan distributor, semakin besar pula peluang untuk memasarkan produk dan jasa, dan memasarkan bisnis MLM. Peluang untuk menghasilkan penjualan dan mendapat downline jadi semakin besar. Pendapatan individu pun semakin berkembang pula.

Distributor yang sukses harus mampu melihat peluang dimanapun mereka berada. Saat berhasil membuat penjualan berskala besar atau merekrut banyak orang menjadi downline, pasti ada reward atau hadiah insentif dari perusahaan. Reward ini bentuknya beragam. Ada yang berupa potongan harga atau berbagai bonus menarik lainnya.

Adanya sistem ini juga sangat memotivasi distributor untuk menunjukkan performa baik. Jika sudah punya jaringan downline, jangan lupa untuk selalu menjaga komunikasi yang baik. Maka, bergabunglah dengan CoHive, CoHive adalah penyedia rental office terbesar di Indonesia yang menyediakan solusi ruang kerja yang fleksibel dan temukan berbagai kesempatan networking baru Bersama CoHive. Pesan ruang kerja dan meeting di 15+ lokasi CoHive.

CTA Banner

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.