Tren Hybrid Working, Simak Cara Agar Kerja Hybrid Sukses!

Cara Kerja Hybrid

Hybrid working kini bukan hanya di angan-angan saja. Cara kerja hybrid sekarang justru mulai jadi tren. Perusahaan pun harus mencari cara untuk bisa beradaptasi dan menggunakan metode ini pada karyawannya. Tapi untuk berpindah dari cara kerja tradisional ke yang baru tentu tidak mudah. Jika dilakukan dengan baik maka tepat sasaran, tapi kalau salah maka bisa membahayakan bisnis. Sebenarnya apa itu hybrid working dan bagaimana caranya agar sukses?

Hybrid Working Model

Hybrid working adalah model kerja yang lebih fleksibel, di mana karyawan menghabiskan sebagian waktu bekerjanya di dalam perusahaan, dan sebagian waktu lainnya bekerja secara remote. Artinya, karyawan bisa bekerja dari rumah atau tempat lain di mana ia berada.

Pembagian waktu bekerja di perusahaan atau bekerja remote tentu tergantung dari kebijakan tiap perusahaan. Ini dia beberapa model hybrid working yang bisa diaplikasikan.

  • Sebagian Kecil Remote, Sebagian Besar di Kantor Pusat. Para pemimpin dan sebagian besar karyawan menghabiskan kebanyakan waktu kerja mereka di kantor pusat besar. Kantor bisa terdiri dari 1 kantor pusat besar atau terbagi menjadi dua kantor.
  • Sebagian Kecil Remote, Sebagian Besar Waktu di Kantor yang Bercabang. Perusahaan terbagi menjadi cabang-cabang yang terdiri dari pemimpin dan karyawan. Sebagian besar waktu kerja dihabiskan di kantor cabang.
  • Tanpa Kantor Permanen, Terkadang Menyewa Tempat. Model ini tidak memiliki kantor permanen. Tapi jika diperlukan bisa sesekali menyewa tempat. Misalnya untuk rapat atau kolaborasi dengan rekan kerja secara berkala.
  • Tanpa Kantor Permanen Sama Sekali. Model yang terakhir adalah 100% remote. Jadi tidak membutuhkan kantor permanen maupun kantor sewaan sama sekali.

Pilar Kesuksesan Hybrid Working

Perusahaan bisa mengaplikasikan salah satu dari keempat hybrid working model di atas. Agar sukses, tentu harus mengadakan infrastruktur yang tepat terlebih dahulu. Dengan begitu, karyawan bisa bekerja secara efektif baik saat di perusahaan, secara remote atau di pasar langsung termasuk menciptakan dukungan yang tepat untuk kerja remote. Seperti jam kerja fleksibel, perhitungan waktu kerja, rapat perusahaan, dan lain sebagainya.

Ada banyak faktor yang mampu mempengaruhi sukses atau tidaknya hybrid working. Tapi keempat faktor di bawah ini adalah penentu utama dalam kesuksesan hybrid working.

  • Budaya Perusahaan

Ingin memiliki perusahaan dengan hybrid working yang sukses? Maka ini harus dimulai dari budaya kerja perusahaan. Maksudnya adalah perusahaan harus memiliki tujuan yang jelas, proses kerja pun harus berjalan secara transparan. Sehingga jalan mencapai goal perusahaan dapat dilihat dan dimengerti karyawan secara langsung.

Untuk menciptakan budaya kerja seperti ini, maka harus dimulai dari para pemimpinnya. Pemimpin harus mudah didekati, selalu mendukung dan berempati pada karyawan agar sukses. Pemimpin yang menjaga jarak di dalam perusahaan akan sulit untuk membuat hybrid working berhasil, apa pun model yang dipilih.

  • Karyawan

Hybrid working yang sukses harus diiringi dengan perusahaan yang mendukung keikutsertaan karyawan dalam mengerjakan sebuah proyek. Perusahaan juga harus mendukung fleksibilitas kerja, baik kapan dan di mana mereka bekerja. Jadi apakah karyawan akan sukses secara profesional dan apa penyebab yang membuat karyawan sulit menyelesaikan pekerjaan?

Baca juga: 5 Alasan Pentingnya Public Speaking di Masa Sekarang

  • Teknologi

Agar hybrid working bisa berhasil, tentu dengan infrastruktur yang tepat, yaitu teknologi yang mendukung. Semua karyawan harus bisa berkomunikasi dengan mudah. Dengan begitu, karyawan bisa menyampaikan berbagai ide dan cerita yang berhubungan dengan pekerjaan. Mereka juga bisa saling membantu meski tidak berada di satu tempat yang sama.

Pada intinya, meskipun bekerja remote, para karyawan harus bisa bekerja hampir sama seperti sedang berada di dalam satu kantor yang sama. Teknologi harus dipilih yang bisa memudahkan karyawan. Teknologi mampu membantu perusahaan untuk mentransformasikan hybrid work agar bisa berjalan lancar. Perbedaan tempat dan waktu bisa disatukan dengan baik. Jadi semua karyawan bisa mengakses dari mana saja.

  • Skenario Kerja Baru

Hindari berpikir bahwa apa yang biasa dikerjakan di kantor secara tradisional pasti akan berhasil juga saat diaplikasikan di hybrid working. Nyatanya, kalau kita melakukan ini, malahan hasilnya bisa cukup mengecewakan. Proses kerja perlu dipikirkan kembali untuk berbagai model hybrid working. Tiap skenario kerja dalam kerja hybrid mungkin akan mengalami perbedaan.

Tantangan dalam Hybrid Working

Ada beberapa hal yang bisa menjadi tantangan dan masalah dalam cara kerja seperti ini. Di antaranya adalah:

  • Menjaga agar produktivitas karyawan bisa sebaik kerja secara tradisional
  • Keterikatan karyawan pada perusahaan, karena tak ada pengawasan secara langsung
  • Pengalaman onboarding atau masuk kerja pertama kali bagi karyawan baru
  • Inovasi perusahaan yang mungkin jadi lebih lambat, biasanya ini diakibatkan produktivitas yang berkurang.

Keunggulan Hybrid Working

Tentu ada banyak alasan kenapa hybrid working semakin populer dan menjadi tren saat ini. Menurut laporan tahunan Tren Kerja Microsoft 2021, keunggulan hybrid working antara lain adalah:

  • Peluang kerja remote di LinkedIn mengalami peningkatan sebanyak 5 kali selama masa pandemi.
  • Sebanyak 46% dari pekerja remote berencana untuk pindah ke lokasi baru yang lebih sesuai dengan keinginan dan kemampuan mereka, karena sekarang mereka bisa bekerja dari jarak jauh, tidak perlu lagi tempat tinggal dekat dengan kantor yang harganya cenderung lebih mahal.
  • Kini orang tak perlu lagi meninggalkan rumah atau komunitas mereka untuk memperluas kariernya.
  • Perusahaan bisa mempekerjakan karyawan dari mana saja, bahkan dari negara yang berbeda sekalipun.

Baca juga: Inilah Pengertian Brainstorming dan Juga Manfaatnya Untuk Anda

Masa Depan Hybrid Working

Pemimpin punya peran yang sangat besar untuk kesuksesan pelaksanaan hybrid working dalam sebuah perusahaan. Untuk menyambut hybrid working ke depannya, para pemimpin perusahaan harus mempertimbangkan melakukan beberapa hal pendukung. Di antaranya adalah:

  • Berinvestasi pada Properti untuk Dunia Kerja Fisik

Bagi perusahaan yang ingin menggunakan ruang untuk rapat secara berkala, pemimpin seharusnya sudah mulai memikirkan untuk menyewa atau membeli properti.

  • Berinvestasi untuk Teknologi untuk Dunia Kerja Digital

Mulai gunakan teknologi yang lebih kekinian untuk urusan kerja. Hindari memaksakan menggunakan teknologi yang sudah tidak relevan dengan cara kerja yang lebih modern. Dengan begitu karyawan bisa tetap bekerja optimal dari mana saja.

  • Kerja Remote Bukan = Kelelahan Digital

Meski bekerja dari mana saja, tetap perhitungkan juga jam kerja karyawan. Bukan berarti bisa memberi mereka jam kerja yang berlebihan. Hybrid working bukan bertujuan untuk menciptakan kelelahan digital karena terlalu banyak berhadapan dengan gadget.

Pertimbangkan Pengalaman Karyawan untuk Berkompetisi di Hybrid Working

Untuk hybrid working, dibutuhkan juga talenta yang berbeda-beda. Jadi pertimbangkan lagi apa kemampuan yang harus dimiliki karyawan untuk hybrid working dengan maksimal.

Apabila perusahaan belum memiliki kantor permanen, bisa juga memanfaatkan coworking space seperti CoHive. CoHive merupakan penyedia rental office yang menawarkan berbagai kesempatan networking baru. Bergabunglah dengan CoHive sekarang juga!

Banner Private Office

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.