Bekerja di Startup atau Korporasi? Inilah yang harus dipertimbangkan!

Placeholder

CoHive

News

Jan 29

DSC4322-768x513.jpg

Pada dasarnya, baik startup maupun korporasi memiliki keunggulan masing-masing.  Jika kamu bisa merasa nyaman di dalam sebuah perusahaan, tentu kinerja kamu juga akan jauh lebih baik dan maksimal.


Jika Startup atau perusahaan rintisan berupaya untuk menjadi lebih besar, maka korporasi merupakan perusahaan besar yang telah mapan dan memiliki sistem serta berbagai aturan yang dijalankan secara terstruktur. Memilih salah satu di antara kedua perusahaan ini, tentu membutuhkan pertimbangan yang matang.


Inilah kelebihan dan kekurangan di dalam perusahaan startup dan korporat berikut ini, agar kamu bisa memilih perusahaan yang paling tepat untuk tempatmu bekerja nanti:


Budaya Kerja Startup lebih Fleksibel


Memiliki lingkup kerja yang kecil dan hanya terdiri dari kelompok pekerja yang terdiri dari 50 orang atau lebih, jelas lingkungan kerja startup akan lebih fleksibel dan bahkan terasa lebih hangat. Di sini kamu bisa dengan mudah saling mengenal dengan karyawan lainnya, bahkan meski baru bekerja dalam satu dua hari saja. Kamu bisa berpakaian dengan sesuka hati (dalam batas kesopanan), sebab startup tidak mengharuskan karyawannya untuk mengenakan jenis pakaian tertentu, apalagi seragam yang terkesan kaku.


Biasanya startup akan dipenuhi dengan talenta-talenta muda atau bahkan fresh graduate, sehingga kamu akan banyak bekerja dengan orang-orang yang seumuran dengan kamu. Kamu bisa menikmati kantor yang unik dengan setting yang dibuat sedemikian rupa, agar kamu dan karyawan lainnya betah dan bisa bekreasi dengan senang hati. Jadi jangan kaget, kalau di kantor startup kamu bisa menemukan tempat untuk bobok siang atau pantry yang penuh camilan.


Namun budaya kerja yang kurang formal ini justru kadang-kadang membuat kesan yang kurang baik, terutama bagi orang-orang dekat kamu, sebab kemungkinan mereka akan sulit percaya bahwa kamu telah bekerja di sebuah perusahaan, mengingat selama ini kesan bekerja itu selalu identik dengan seragam.


Bukan hanya itu saja, lingkungan kerja yang tidak formal ini juga kerap memberi kesan kurang profesional, sebab bisa saja kamu pulang ke rumah dengan selalu membawa pekerjaan, atau bahkan lembur hingga malam saat pekerjaan banyak di kantor.


Budaya Korporasi lebih formal dan kaku


Berbeda halnya ketika kamu masuk dan bekerja di sebuah korporasi, maka kamu akan dihadapkan pada suasana perkantoran yang formal, lengkap dengan fasilitas standar, seperti: lobi, petugas keamanan, resepsionis, jam kerja yang jelas, dan yang lainnya.


Semua ini tentu akan membuat suasana begitu terasa kantoran sekali, sebab segala sesuatunya terjadwal dan telah memiliki prosedur masing-masing sejak awal. Kamu akan terbiasa dengan aturan ketat jam kantor, seragam, cuti, serta kebijakan lainnya yang diterapkan oleh perusahaan.


Gaji Startup pas-pasan


Jujur saja, sebagian besar startup hanya mampu memberikan gaji pas-pasan saja bagi karyawannya, meskipun ada beberapa yang bisa membayar lebih daripada standar korporasi. Hal ini bahkan masih ditambah dengan minimnya (kemungkinan tidak ada) bonus atas pencapaian kerja, mengingat perusahaan ini masih baru berdiri dan belum stabil dalam keuangannya. Berbagai tunjangan juga kemungkinan tidak diberikan oleh perusahaan, terutama jika ternyata tempat kamu bekerja baru saja mulai merintis usaha. Gaji saat ini saja kurang menjanjikan, apalagi untuk pensiun, bukan?


Korporasi berani menggaji tinggi


Di lain sisi, sebuah korporasi tentu telah memiliki pondasi yang kuat, termasuk di lini keuangannya. Korporasi memiliki kemampuan yang baik dalam memenuhi semua gaji serta tunjangan yang layak bagi karyawannya, termasuk bonus yang memang telah diprogramkan di dalam perusahaan. Bukan hanya itu saja, perusahaan besar juga kebanyakan telah menyiapkan dana pensiun bagi karyawannya, sehingga masa tua mereka kelak lebih terjamin.


Startup tawarkan banyak kesempatan belajar hal baru


Perusahaan ini akan memberikan kamu kesempatan yang sangat luas untuk belajar banyak hal, bahkan yang tidak sesuai dengan latar belakang pendidikan kamu sekalipun. Startup hanya memiliki sedikit karyawan, sehingga semua karyawannya harus memiliki kemampuan beradaptasi dengan berbagai jenis pekerjaan sekaligus. Ini akan menjadi keuntungan bagi kamu, mengingat kamu tidak akan selalu memiliki kesempatan untuk belajar banyak skill secara gratis.


Namun hal ini juga akan memaksa kamu belajar banyak hal yang baru, bahkan secara otodidak sekalipun. Terkait dengan karir, tentu startup belum memiliki jenjang karir yang jelas, sebab perusahaan ini baru saja dirintis dalam skala yang kecil.


Jenjang Karir di Korporasi Jelas


Perusahaan yang telah stabil ini tentu akan memiliki jenjang karir yang jelas, meskipun ini adalah tantangan yang sulit. Namun di perusahaan besar, pekerjaan bisa saja hanya hal yang sama saja selama bertahun-tahun, sehingga kemampuan kamu tidak akan berkembang dengan baik, meskipun kamu memiliki banyak keahlian di dalam dirimu.


Belajar atau Berkarir?


Baik startup maupun korporasi, sama-sama memiliki sejumlah nilai lebih dan juga kekurangan. Jika ingin belajar dan menambah keahlian, tentu startup adalah pilihan yang paling tepat. Namun jika ingin berkarir dan mendapatkan berbagai fasilitas yang “jelas” bagi masa depan, maka korporasi mungkin menjadi tempat yang lebih tepat. Lalu, mana yang menjadi pilihan kamu?


Tags