Bagaimana Perkembangan Coworking Space di Jakarta?

Placeholder

CoHive

News

Apr 6

MG_0241-768x512.jpg

Para remote worker dan digital nomad semakin menjamur di jakarta, baik di kalangan pekerja berstatus karyawan maupun para freelancer . Hal tersebut sejalan dengan perkembangan coworking space di Jakarta yang menjadi tempat favorit bagi sejumlah perusahaan rintisan (startup) ataupun freelancer yang sedang mencari tempat kerja yang murah, nyaman, strategis, dan mendukung perkembangan individual dan komunitas.


Tak heran jika sejumlah perusahaan rintisan dan konvensional beramai-ramai melirik coworking di jakarta sebagai bisnis dan tempat bertumbuh yang menjanjikan.


CoHive berkesempatan berbincang dengan Senior Associate Director Colliers, Ferry Salanto, untuk membahas bagaimana bisnis coworking space dapat tumbuh kian pesat di Jakarta. Berikut ini adalah wawancaranya:


Sudah cukup baikkah perkembangan coworking space di Jakarta saat ini?


Dulu, coworking space sangat tematik. Orang yang punya interest di teknologi biasanya kumpul di suatu daerah dan melihat peluang. Ada lagi yang punya interest kebudayaan dan akhirnya berkumpul untuk membuat sebuah event.


Coworking space yang sekarang menjadi gabungan, tempat untuk mengakomodasi komunitas sekaligus office space buat orang-orang yang memang butuh. Jadi, perkembangannya ada dan lebih luas. Sekarang sudah mulai merambah tidak hanya startup, tapi perusahaan-perusahaan yang sudah mapan.


Banyak perusahaan yang punya proyek ekspansi ke suatu daerah dan pastinya ingin tambahan orang. Sayangnya, mereka sudah tidak punya ruang kerja di tempat yang lama dan tidak mungkin juga sewa kantor lama di suatu daerah hanya sebentar.


Bagaimana dengan bisnis coworking space?


Secara hitungan bisnis dalam arti luas memang seperti tidak efisien. Tapi, coworking space punya fleksibilitas masa peminjaman dan tidak harus terikat waktu yang lama. Projeknya cuma dua bulan, ya sewanya dua bulan aja. Kalau hanya dua hari, ya dua hari saja. Ini yang buat bisnis coworking space berkembang.


Soal konsep sharing economy?


Kalau bicara sharing economy, biasanya masuknya ke efisiensi dengan kondisi bisnis yang bisa dibilang berat. Masih banyak ketidakpastian dari ekonomi sekarang, politik, juga nilai tukar dolar juga lagi tinggi sekarang. Pertumbuhan ekonomi Indonesia dari dulu selalu kecil, di angka 5% dan belum sampai 6%. Ini yang buat ekonomi Indonesia stagnan.


Indonesia butuh yang lebih tinggi supaya sektor riil ini bisa bergerak. Kalau begini, akhirnyba biasanya perusahaan melakukan efisiensi. Jadi, mau tidak mau, kita pun tinggal menunggu saja sampai market tahu kalau konsep sharing economy di coworking space ini ada.


Menurut Anda, hal apa yang bisa membuat coworking space akan terus diminati banyak orang?


Dulu kan banyak orang yang kerja di cafe. Tapi, bedanya bekerja di sana tidak bisa tiba-tiba datang ke meja lain dan ngobrol. Akan jadi kagok. Kalau di coworking space dimungkinkan untuk melakukan itu. Coworking space kan punya pilihan di sana, ada yang open space untuk orang berinteraksi dan ada booth atau ruangan yang sama sekali tidak bisa mengganggu orang di dalam sana karena dia butuh ketenangan.


Konsepnya memang seperti cafe yang lebih formal. Namun, kadang kendalanya sosialisasi saja belum menyeluruh. Belum semua orang aware sama keberadaan tempat ini apalagi ke daerah di luar Jakarta. Ini masih konsep baru. Mungkin belum semuanya mengerti sehingga akhirnya, coworking space untuk saat ini masih belum seramai cafe.


Sejauh ini bagaimana Anda melihat sosialisasi para pemilik coworking space di Jakarta?


Kalau saya lihat sosialisasi pemilik coworking space ini sudah cukup bagus. Mereka sudah punya website dan Instagram juga Facebook. Jadi, orang-orang juga lebih tahu.


Selain itu, sudah ada juga yang mulai mensosialisasikan kepada perusahaan yang ingin melakukan ekspansi dengan risiko yang tidak terlalu besar. Kondisi ekonomi sekarang juga buat perusahaan tidak terlalu ekspansif dan banyak yang mencari solusi fleksibel.


Jadi, nanti pasar besarnya lebih ke korporasi bukan individual. Ya, seperti jualan produk saja. Lebih baik kliennya perusahaan, satu akun tapi nilainya besar. Dibanding individu yang banyak, tapi nilainya tidak seberapa.


Jadi yang diperlukan agar coworking space dapat terus berkembang?


Menurut saya, untuk saat ini, sosialisasinya perlu ditingkatkan lagi. Kalau mungkin sosialisasinya lebih gencar, baru coworking space akan semakin bergema untuk terus bertumbuh menjadi bisnis yang menjanjikan di Indonesia.


*Tulisan ini merupakan bagian dari interview dengan Colliers pada tahun 2018




CoHive sebagai penyedia coworking space terbesar di Jakarta, tidak hanya menyediakan tempat untuk bekerja saja. Namun juga menyediakan beragam produk lainnya mulai dari event space, dedicated desk, team desk, virtual office, meeting room, dan private office di Jakarta.


Agar bisa membooking salah satu produk kami dengan cepat & mudah, anda bisa langsung menghubungi di +62 21 5082 0840 , 087871111880 atau email ke info@cohive.space pada pukul 09.00 – 20.00 WIB.


 


Tags