Freelancer adalah Pekerjaan yang berbeda dengan Karyawan, Kenapa?

Apa Itu Freelancer? Apa Bedanya dengan Pekerja Biasa?

Freelancer adalah Pekerjaan yang berbeda dengan Karyawan

Anda  mungkin sudah familiar dengan istilah freelance. Ya, istilah ini sering dipakai untuk menggambarkan seseorang yang bekerja secara mandiri dan tidak terikat kontrak dalam jangka panjang. Orang yang bekerja freelance disebut dengan freelancer. Biasanya, bidang yang ditangani oleh freelancer adalah yang berhubungan dengan teknologi. Misalnya saja adalah desainer website, desainer grafis, content dan copy writer

Anda  mungkin sudah familiar dengan istilah freelance. Ya, istilah ini sering dipakai untuk menggambarkan seseorang yang bekerja secara mandiri dan tidak terikat kontrak dalam jangka panjang. Orang yang bekerja freelance disebut dengan freelancer. Biasanya, bidang yang ditangani oleh freelancer adalah yang berhubungan dengan teknologi. Misalnya saja adalah desainer website, desainer grafis, content dan copy writer atau pekerjaan sejenis lainnya. Lalu, apa saja syarat untuk menjadi seorang freelancer andal dan apa yang membedakannya dengan pekerja biasa?

Syarat yang Harus Dipenuhi Freelancer

Seperti telah disebutkan di atas, jika disimpulkan lebih ringkas freelancer adalah pekerjaan yang tidak terikat kontrak jangka panjang namun memiliki ikatan kerja yang kuat. Bila Anda ingin terjun ke dunia freelance, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan mengingat freelancer sangatlah berbeda dari karyawan biasa, terlebih lagi bila Anda baru memulainya. Berikut beberapa syarat untuk menjadi seorang freelancer yang perlu diperhatikan.

  • Keahlian yang Andal

Setiap pekerjaan yang Anda jalani haruslah memiliki kemampuan. Begitu pula dengan seorang freelancer. Keahlian apa yang Anda tawarkan kepada calon klien menjadi kunci: apakah Anda seorang kreatif di bidang desain, copy, atau strategic plan?

Tidak hanya itu saja, Anda harus memiliki hasil kerja dari proyek yang pernah ditangani. Proyek-proyek tersebut bisa Anda masukkan ke dalam portofolio untuk meyakinkan calon klien nantinya jika hendak melakukan kerjasama dalam sebuah proyek.

  • Paham Teknologi dan Internet

Hal berikutnya yang wajib Anda perhatikan ketika menjadi seorang freelancer adalah harus melek teknologi. Pekerjaan ini memiliki mobilitas tinggi, terutama dalam komunikasi dan informasi. Sebagai contoh, freelancer umumnya menggunakan teknologi cloud computing dalam berbagai ragam proyeknya.

Selain itu, dibutuhkan pula internet dengan kecepatan yang stabil karena bisa digunakan untuk berkomunikasi dengan klien, menawarkan jasa dan keahlian, dan mengerjakan proyek. Bila tidak mumpuni, Anda bisa menyewa coworking space untuk mendapatkan sinyal dan koneksi internet kencang. 

Baca juga: 5 Kelebihan Freelance yang Menjanjikan

  • Mudah dan Cepat Beradaptasi

Keunggulan menjadi seorang freelancer adalah bisa bekerja lebih bebas. Akan tetapi, bebas di sini bukan berarti Anda malas untuk mengembangkan diri. Menjadi seorang freelancer juga harus beradaptasi dengan cepat. Sebab, terkadang dalam proyek yang diberikan Anda dituntut untuk bekerja dengan cepat dan tepat dibawah tekanan. Berbeda proyek yang ditangani, maka berbeda pula tingkat kesulitannya. Oleh karena itulah Anda harus pandai beradaptasi dengan baik agar bisa bekerja dengan lancar.

  • Bisa Mengatur Waktu

Terakhir, syarat utama untuk menjadi seorang freelancer adalah perhatikan waktu yang Anda miliki. Anda harus menentukan sendiri waktu untuk mengerjakan proyek. Usahakan proyek freelance Anda tidak mengganggu aktivitas lainnya sehingga dapat selesai tepat waktu. Kemudian, usahakan Anda mudah untuk dihubuni oleh klien ketika mereka memerlukan Anda.

Perbedaan Freelancer dan Pekerja Biasa

Lantas apa sih sebenarnya perbedaan freelancer dengan pekerja biasa? Pertanyaan seperti ini kerap muncul di benak masyarakat Indonesia di mana freelance masih dianggap sebagai pekerjaan ‘asing’ dan dianggap sebelah mata. Padahal, jika dilihat lagi freelance memiliki banyak keuntungan tersendiri. Agar Anda tidak semakin penasaran, berikut ulasan mengenai freelancer dengan pekerja biasa.

  • Freelancer

Pertama, di sini kita akan membahas apa saja yang harus dipahami dalam melihat freelancer. Bila dibandingkan dengan karyawan biasa, freelancer ini lebih bebas. Mereka bisa bekerja di mana saja dan kapan saja. Freelancer ini tidak memiliki ‘kantor’ sebagaimana karyawan biasa pada umumnya. Mereka ini akan bekerja secara nomaden asalkan koneksi internet lancar dan pekerjaan selesai tepat pada waktunya.

Di sini freelancer tidak memiliki hierarki seperti halnya bekerja di perusahaan besar atau sebuah instansi. Begitu juga dengan aturan yang dibuat tidaklah terlalu mengikat dan biasanya memiliki kontrak dalam jangka waktu yang tidak begitu lama. Kemudian dalam hal pakaian, freelancer tidaklah terikat dan bebas mengenakan apa saja saat bekerja.

Baca juga: 5 Kelebihan Punya Jam Kerja Fleksibel

  • Karyawan Biasa

Lalu, kita bandingkan dengan seorang karyawan biasa. Pada umumnya, karyawan biasa akan bekerja pada hari kerja yang telah ditentukan. Misalnya saja untuk hari Senin-Jumat dengan jam kerja yang berkisar antara 7-8 jam sehari. Karyawan biasa sering dikatakan sebagai pekerja full time. Mereka mendapatkan gaji bulanan secara rutin.

Bila dibandingkan dengan freelance, karyawan biasa memiliki aturan yang terikat dengan perusahaan di mana mereka bekerja. Karyawan biasa akan bekerja di sebuah tempat yang sudah ada bisa kantor, atau pabrik dalam dunia industri. Mereka pun lebih terikat dan keuntungannya adalah mendapatkan banyak insentif seperti kesehatan, cuti, dan sebagainya yang tidak dimiliki oleh seorang freelancer.

Dari ulasan di atas dapat kita simpulkan bahwa freelancer adalah seseorang yang bekerja berdasarkan sebuah proyek yang sesuai dengan skill. Semoga ulasan di atas dapat bermanfaat dan memberikan gambaran Anda bila ingin menjadi seorang freelancer andal.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *