7 Tipe Kepemimpinan yang Bisa Ada di Diri Atasan Anda

Inilah 7 Tipe Kepemimpinan yang Bisa Ada di Diri Atasan Anda

7 Tipe Kepemimpinan yang Bisa Ada di Diri Atasan Anda

Pastinya Anda memiliki atasan dengan gaya kepemimpinan tersendiri. Sebenarnya ada beberapa tipe kepemimpinan yang ada di luar sana. Masing-masing menyimpan gaya memimpin yang berbeda-beda dan disesuaikan dengan industri yang ada. Salah satunya mungkin ada di dalam diri atasan Anda.

Memiliki pekerjaan tetap yang menghasilkan adalah impian banyak orang, mungkin termasuk Anda juga. Untuk bisa mencapai itu, maka mendapatkan kantor yang tepat dengan posisi yang sesuai dengan diri Anda menjadi satu hal yang harus dipenuhi terlebih dahulu. Dengan begitu, Anda bisa semakin nyaman untuk menjalankan pekerjaan Anda sehari-hari.

Selain itu, lingkungan kantor yang nyaman dan bisa membuat Anda terus berkembang menjadi satu nilai yang penting juga. Atasan yang mengayomi dan selalu memberikan dukungan kepada Anda pun menjadi satu hal yang ingin didapatkan setiap orang. Namun sayangnya, di luar sana ternyata ada berbagai tipe atasan. Ya, tidak dapat dipungkiri, setiap orang memiliki kepribadian yang berbeda-beda, termasuk dengan tipe kepemimpinan yang mereka miliki di saat sudah memiliki anak buah.

Saat Anda bekerja, Anda seharusnya sudah tahu bagaimana cara memimpin yang ada di dalam diri atasan Anda. Namun pada dasarnya, ada tujuh tipe kepemimpinan yang berbeda-beda. Ada yang saling bertolak belakang, ada yang membawa satu gaya kepemimpinan yang membuat anak buah nyaman, ada juga yang malah membuat anak buahnya tidak nyaman, dan yang lainnya. 

Sebenarnya untuk tipe kepemimpinan sendiri, tergantung dari beberapa faktor, seperti fungsi dari pemimpin itu sendiri, profesi serta dunia pekerjaan yang ditempati, hingga situasi di dalam lingkungan pekerjaannya. Dengan demikian, maka ada output berbeda yang harus dikeluarkan agar bisa mendapatkan kinerja terbaik dari divisi atau perusahaan tersebut. Ingin tahu apa saja 7 tipe kepemimpinan yang sering ada di dalam dunia pekerjaan? Berikut ulasan lengkapnya.

7 Tipe Kepemimpinan

Si Demokratis

Tipe kepemimpinan yang pertama dan termasuk sering dimiliki oleh atasan adalah kepemimpinan demokratis. Sesuai namanya, kepemimpinan tipe ini mengedepankan cara-cara demokrasi sehingga perlu mendapatkan kontribusi optimal dari orang-orang yang menjadi bawahannya. Walaupun bergaya demokratis, atasan dengan tipe ini akan tetap menentukan keputusan akhir yang perlu diambil, yang sesuai dengan lingkungan pekerjaannya. Namun tetap saja, dia akan mendelegasikan wewenangnya kepada orang lain. Inti dari kepemimpinan demokratis adalah kolaborasi dari tiap anggotanya agar bisa mencapai tujuan yang ingin dicapai. Kinerja yang ada pun juga diharapkan bisa terjadi secara optimal pula.

Si Otoriter

Lawan dari kepemimpinan demokratis adalah otoriter. Dari namanya juga, terlihat kalau kepemimpinan tipe ini adalah tipe yang menjadikan atasan sebagai pemegang kekuasaan paling tinggi. Dengan tipe ini, atasan akan membuat keputusan hingga peraturan secara sendirian, tanpa perlu bantuan atau masukan dari orang lain. Namun tetap, mereka yang harus bertanggung jawab sendiri dengan keputusan-keputusan yang diambil. Sayangnya, dengan tipe kepemimpinan otoriter, lingkungan kerja yang ada malah menjadi tidak leluasa untuk berkreasi. Rasa terkekang akan cukup terasa di sana. Namun dengan kepemimpinan otoriter, ketika ada masalah atau situasi genting, biasanya akan lebih cepat terselesaikan karena keputusan bisa diambil dengan lebih cepat.

Baca juga: Pengaruh Lingkungan Kerja terhadap Produktivitas Karyawan

Si Transformasional

Untuk tipe kepemimpinan transformasional, nilai yang paling dipegang teguh adalah mengharapkan adanya perubahan serta pengembangan diri yang lebih besar lagi dari para karyawannya. Atasan dengan tipe kepemimpinan transformasional selalu berfokus kepada perubahan yang ada di dalam lingkungan pekerjaan, khususnya dari para bawahannya. Biasanya, atasan dengan tipe ini selalu ingin melihat anak buahnya mampu berbuah lebih di dalam pekerjaan mereka masing-masing. Selain itu, dia juga selalu memberikan motivasi kepada mereka agar bisa mendapatkan yang lebih setiap waktunya. Pemimpin transformasional identik dengan gaya yang energik, penuh semangat, dan juga cerdas.

Si Karismatik

Selain tiga tipe kepemimpinan di atas, ada pula tipe kepemimpinan karismatik. Kata kunci dari tipe kepemimpinan ini adalah karisma. Dengan karisma yang dimiliki, maka pemimpin dengan tipe ini bisa memberikan arah pandang yang akhirnya diikuti oleh para pengikutnya yang sudah menganggap kalau sang pemimpin adalah orang yang terbaik di kelasnya. Selain itu tipe kepemimpinan karismatik juga memiliki kepribadian yang kuat dan mungkin satu-satunya. Hal inilah yang membuat mereka menjadi terkenal dan hebat di mata orang banyak.

Si Situasional

Sesuai namanya, tipe kepemimpinan situasional memiliki gaya yang cukup unik. Kalau tipe kepemimpinan lainnya membawa gaya yang mereka anut dari lama, tidak dengan tipe kepemimpinan ini. Tipe kepemimpinan situasional selalu melihat terlebih dahulu bagaimana lingkungan kerja yang ada. Setelah melihatnya, baru dia akan memimpin dengan pendekatan yang pastinya sesuai dengan situasi kerja yang ada. 

Untuk tipe kepemimpinan situasional, ada empat cara yang biasanya dilakukan, seperti arahan langsung (directing) dengan memberikan instruksi dengan spesifik, pelatihan (coaching) dengan memberikan intruksi yang besar tapi dengan dorongan yang setimpal, lalu ada dukungan (supporting) dengan memberikan instruksi dengan skala lebih kecil namun menawarkan bantuan yang lebih besar, dan delegasi (delegating) dengan tidak memberikan instruksi atau bantuan kepada bawahan karena mereka sudah menyelesaikan pekerjaan.

Baca juga: Butuh Tempat Kerja dengan Suasana Baru di Jakarta? CoHive Jawabannya!

Si Delegatif

Ada pula tipe kepemimpinan delegatif. Tipe kepemimpinan ini berfokus untuk memberikan wewenang langsung kepada para bawahannya untuk mengambil keputusan. Biasanya untuk bisa menjalankan tipe kepemimpinan delegatif, anggota yang ada diisi oleh orang-orang yang sudah memiliki pengalaman melimpah. Jika belum, maka tipe kepemimpinan ini tidaklah dianjurkan. Selain itu, ada kelemahan juga dari tipe kepemimpinan delegatif yaitu kurangnya motivasi di dalam diri masing-masing orang, bisa ada tindakan saling menyalahkan karena tidak adanya arahan langsung, hingga produktivitas yang berkurang.

Si Transaksional

Terakhir ada tipe kepemimpinan transaksional. Tipe kepemimpinan ini memiliki struktur yang lebih jelas lagi sehingga masing-masing orang di dalamnya sudah tahu apa tugas mereka. Dengan begitu, workflow yang ada di dalamnya tinggal dijalankan dengan lancar tanpa perlu adanya kebingungan. Namun ada kekurangan pula dari tipe kepemimpinan ini yaitu tidak adanya kreativitas yang harus ditonjolkan. Semua tinggal mengikuti aturan dan arahan yang ada.

Itulah 7 tipe kepemimpinan yang bisa saja ada di dalam diri atasan Anda. Masing-masing tipe kepemimpinan ini memiliki kelebihan serta kekurangan. Tidak ada tipe kepemimpinan yang paling sempurna. Semuanya tergantung dari lingkungan kerja, situasi kerja, hingga industri yang ada. Dengan begitu, pekerjaan yang ada bisa dilaksanakan dengan lancar dan optimal juga. 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *