3 Entrepreneur Muda Indonesia yang Sukses Sebelum Usia 30-an | CoHive Blogs

3 Entrepreneur Muda Indonesia yang Sukses Sebelum Usia 30-an

entrepreneur muda

Hampir semua kampus atau sekolah di Indonesia sekarang sedang digalakkan bagaimana pentingnya memiliki mental entrepreneur. Efeknya memang luar biasa, memiliki mental seorang entrepreneur sedikit banyak akan mengubah cara pandang seseorang, mulai dari ingin belajar, berkomunikasi, sampai bagaimana caranya bangun dari kegagalan yang datang bertubi-tubi. Lalu, bagaimana caranya Anda sebagai calon entrepreneur ini mengambil langkah sukses

Hampir semua kampus atau sekolah di Indonesia sekarang sedang digalakkan bagaimana pentingnya memiliki mental entrepreneur. Efeknya memang luar biasa, memiliki mental seorang entrepreneur sedikit banyak akan mengubah cara pandang seseorang, mulai dari ingin belajar, berkomunikasi, sampai bagaimana caranya bangun dari kegagalan yang datang bertubi-tubi.

Lalu, bagaimana caranya Anda sebagai calon entrepreneur ini mengambil langkah sukses yang sudah dilakukan para pendahulu? Di dalam artikel kali ini, akan dibahas tiga entrepreneur muda yang ternyata sudah sukses sebelum usia 30-an. Tidak hanya sekadar membahas apa yang mereka miliki, tetapi juga kisah jatuh bangun yang sangat menginspirasi Anda nantinya.

Leonika Sari, Reblood

Pada tahun 1990-an atau awal 2000-an, donor darah mungkin menjadi hal yang langka bagi hampir semua orang. Tetapi di era digital seperti sekarang, hadirnya aplikasi yang memberikan informasi lengkap mengenai manfaat dan tempat donor darah, malah menjadikan donor darah sebagai budaya positif. Salah satu hal tersebut sudah dilakukan oleh Leonika Sari dengan aplikasi informasi donor darah bernama Reblood.

Aplikasi yang diluncurkan tahun 2013 ini berisi bagaimana upaya Leonika untuk memudahkan semua orang saat melakukan donor darah. Misalnya sekarang di Surabaya dan Jakarta sudah ada tempat adanya kegiatan donor darah. Aplikasi Reblood sukses mengantarkan Leonika yang sekarang masih berusia 23 tahun lolos ke Global Entrepreneurship Bootcamp di Amerika Serikat dan masuk ke dalam Forbes 30 Under 30 Asia pada tahun 2016 lalu.

Ferry Unardi, Traveloka

Pada tahun 2012, anak muda asli Indonesia ini sedang menyelesaikan S2 di Harvard University, Amerika Serikat. Sayangnya, ketika ingin pulang ke Indonesia, dirinya tidak bisa leluasa membeli tiket melalui aplikasi layaknya di Amerika Serikat. Dari situ, anak muda bernama Ferry Unardi, yang saat itu berumur 24 tahun, bersama kedua sahabatnya membuat aplikasi bernama Traveloka.

Pada saat itu, ide Ferry Unardi sangat sederhana, yaitu mempunyai aplikasi pembanding harga tiket pesawat. Sontak aplikasi Ferry sangat booming dan akhirnya dirinya merambah ke dunia penjualan tiket pesawat. Sampai sekarang Traveloka sukses mendapatkan nilai valuasi sampai 25 triliun rupiah dan menjadikan dirinya sebagai salah satu anak muda sukses Indonesia sebelum usia 30 tahun.

Muhammad Alfatih Timur, Kitabisa.com

Nama Muhammad Alfatih Timur mungkin terdengar sangat asing, tetapi bagaimana jika Anda mendengar nama kitabisa.com? Yes, Alfatih Timur adalah founder dari platform social funding dari kitabisa.com. Kisah Alfatih memang tidak lepas dari keikutsertaannya ke Rumah Perubahan buatan Rhenald Kasali. Dari situ Alfatih mendapatkan sebuah pencerahan ketika ditugaskan ke Pulau Buru selama 3 minggu.

Alfatih ingin berbuat lebih besar kepada orang-orang yang membutuhkan. Muncullah platform kitabisa.com yang sampai sekarang sudah membantu ribuan orang dengan total bantuan mencapai ratusan miliaran rupiah. Sekarang umur Aflatih menginjak 28 tahun dan sudah memberikan banyak sekali inspirasi kepada masyarakat Indonesia.

 

Itulah ketiga entrepreneur muda Indonesia yang sukses dengan umur di bawah 30 tahun. Mereka mendirikan bisnis dengan alasan yang sangat sederhana. Dibantu dengan kerja keras dan networking yang bagus, mereka kini menjadi salah satu pemuda harapan bangsa.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *